Teknologi

Teleportasi Kuantum: Dari Star Trek ke Orbit Bumi 2017

×

Teleportasi Kuantum: Dari Star Trek ke Orbit Bumi 2017

Sebarkan artikel ini
teleportasi kuantum
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Teleportasi kuantum bukan lagi sekadar bumbu cerita fiksi ilmiah. Selama lebih dari tiga dekade, para fisikawan diam-diam menjadikannya bidang riset serius. Mereka mempelajari cara memindahkan keadaan kuantum sebuah partikel ke partikel lain yang berjauhan, tanpa keduanya bersentuhan secara fisik.

Poin Penting

  • Teleportasi kuantum memindahkan keadaan kuantum partikel, bukan materi atau energi seperti di film fiksi ilmiah
  • Eksperimen jarak jauh berhasil dilakukan pada 2017 antara Bumi dan orbit rendah menggunakan quantum entanglement
  • Konsep ini mendasari kemajuan komputer kuantum yang memakai qubit dengan sifat superposisi dan keterikatan
  • Ilmuwan menegaskan teleportasi manusia masih murni spekulasi karena rumitnya mentransfer informasi seluruh atom tubuh

Bagaimana Teleportasi Kuantum Bekerja

Yang dipindahkan dalam proses ini adalah keadaan kuantum, yaitu konsep matematis yang menggambarkan informasi sebuah atom atau partikel subatomik. Contohnya tingkat energi elektron atau arah polarisasi foton. Bukan wujud fisiknya yang berpindah, melainkan informasinya.

Jason Orcutt, ilmuwan peneliti utama di IBM Quantum, punya cara sederhana menjelaskannya. “Pada dasarnya, alam ini bersifat kuantum,” ujarnya seperti dikutip National Geographic. “Anda adalah informasi kuantum.”

Dari Laboratorium ke Orbit Bumi

Prosedur teleportasi keadaan kuantum pertama kali dipaparkan dalam makalah ilmiah tahun 1993. Sejak itu berbagai eksperimen bermunculan untuk membuktikannya di dunia nyata. Menjelang akhir 1990-an, para peneliti berhasil mentransmisikan keadaan kuantum dalam jarak pendek di laboratorium.

Lompatan besar terjadi pada 2017. Ilmuwan berhasil melakukan teleportasi kuantum jarak jauh, antara Bumi dan orbit rendah, dengan memanfaatkan fenomena quantum entanglement atau keterikatan kuantum. Fenomena ini membuat partikel-partikel sangat kecil tetap saling terhubung meski dipisahkan jarak yang sangat jauh.

Kekuatan di Balik Komputer Kuantum

Prinsip keterikatan inilah yang menjadi fondasi komputer kuantum. Sistem ini mengandalkan qubit sebagai unit informasi, berbeda dari bit biasa yang hanya mengenal angka 0 atau 1. Qubit bisa berada dalam kombinasi nol dan satu secara bersamaan lewat fenomena superposisi, hingga saat diukur.

Qubit juga bisa saling terikat satu sama lain. Ketika satu qubit diukur, hasilnya langsung memengaruhi qubit pasangannya, meski berjauhan. Dari sinilah lahir daya komputasi yang jauh melampaui komputer biasa.

Orcutt menyebut ada masalah-masalah rumit yang mustahil dipecahkan komputer klasik. “Ada masalah-masalah yang sangat sulit, tingkat kesulitannya setara dengan usia alam semesta, yang tidak akan bisa kita pecahkan dengan komputasi klasik,” katanya. Ia mencontohkan simulasi reaksi kimia kompleks atau perancangan proses industri seperti produksi nitrogen sintetis yang lebih hemat energi.

Baca juga: Ilmuwan AS Pakai Hiu untuk Memprediksi Badai, Begini Caranya, contoh lain bagaimana sains memanfaatkan fenomena alam untuk memecahkan masalah rumit.

Bukan Seperti di Star Trek

Meski istilahnya sama, teleportasi kuantum jauh berbeda dari yang dibayangkan di serial Star Trek. Tim Strobel, mahasiswa doktoral yang mendalami komunikasi kuantum dan anggota proyek QR.N, menegaskan hal itu. “Sulit untuk membandingkannya dengan Star Trek,” katanya. “Bagi kami, yang dilakukan adalah teleportasi keadaan kuantum, bukan materi atau energi.”

Daniel Oblak, ilmuwan informasi kuantum dari University of Calgary, menjelaskan syarat rumit jika manusia ingin diteleportasi. Semua informasi kuantum dari setiap atom penyusun tubuh harus ditransfer. Selain itu dibutuhkan kumpulan atom yang sudah siap membentuk tubuh di lokasi tujuan, lalu keadaan kuantum tiap atom itu ditransfer satu per satu.

“Membayangkan hal itu bisa terwujud rasanya sangat mustahil,” kata Oblak. Orcutt pun sepakat bahwa gagasan meneleportasi manusia, bahkan sekadar atom tunggal manusia, masih sepenuhnya ranah fiksi ilmiah untuk saat ini.

Kesimpulan

Riset teleportasi kuantum sudah melangkah jauh, dari laboratorium sederhana hingga percobaan antar-kota dan ke luar angkasa pada 2017. Namun jarak antara memindahkan informasi partikel dengan memindahkan tubuh manusia masih sangat jauh. Untuk sekarang, teknologi ini lebih berperan mendorong kemajuan komputer kuantum ketimbang mewujudkan mesin teleportasi seperti di film fiksi ilmiah. MI/AS

Sumber: teknologi