Merekamindonesia – Sejumlah wilayah berpotensi hujan hari ini, Senin (20/7), menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jabodetabek termasuk salah satu kawasan yang diprediksi bakal diguyur air dari langit. Total ada 19 daerah yang masuk daftar basah kali ini.
Jumlah itu naik dibanding hari sebelumnya. Artinya, peluang turun hujan di berbagai titik di Tanah Air sedikit meningkat, meski secara umum cuaca nasional masih cenderung kering.
Curah Hujan Nasional Masih Rendah
BMKG menegaskan bahwa dalam sepekan ke depan, cuaca Indonesia didominasi curah hujan kategori rendah. Untuk periode Dasarian III Juli 2026, porsi curah hujan rendah diprediksi mencapai sekitar 76,54 persen.
Sisanya terbagi pada kategori menengah sekitar 23,36 persen, sedangkan kategori tinggi hanya 0,09 persen. Angka ini menggambarkan betapa keringnya sebagian besar wilayah pada pertengahan hingga akhir Juli.
“Curah hujan rendah diprakirakan meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua,” kata BMKG dalam laman resminya, dikutip Minggu (19/7).
Kondisi tersebut membuat pembentukan awan hujan di banyak daerah menjadi minim. Namun bukan berarti hujan mustahil terjadi di sejumlah titik.
Faktor yang Memicu Wilayah Berpotensi Hujan
Meski fenomena global cenderung menekan peluang hujan, ada beberapa dinamika atmosfer yang justru mendorong terbentuknya awan basah. Salah satunya adalah aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial.
MJO diprediksi aktif di Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Aktivitas ini mampu menaikkan potensi hujan di wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di beberapa daerah. Wilayahnya meliputi:
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Timur
- Sulawesi Tengah
- Gorontalo
- Sulawesi Utara
- Maluku Utara
- Samudra Pasifik utara Papua
Faktor-faktor itu bekerja bersamaan dengan sejumlah kondisi lokal. Perpaduan inilah yang membuka celah hujan meski kondisi umum kering.
Belokan Angin dan Laut Hangat Turut Berperan
BMKG juga menyoroti peran belokan angin serta konvergensi udara. Ditambah suhu muka laut yang relatif hangat, pembentukan awan hujan tetap mungkin terjadi di sebagian wilayah.
“Didukung dengan potensi pembentukan belokan angin dan konvergensi, serta suhu muka laut yang relatif hangat, potensi pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia masih ada,” ujar BMKG.
Bagi warga Jabodetabek, ada baiknya menyiapkan payung atau jas hujan sebelum keluar rumah. Perubahan cuaca bisa datang cepat, terutama pada sore hingga malam hari.
Selain soal cuaca, kewaspadaan juga penting di ranah lain. Baca juga: 5 Modus Penipuan QRIS Palsu dan Trik Menghindarinya agar Anda tetap aman saat bertransaksi di tengah aktivitas harian.
Cuaca yang berubah-ubah menuntut masyarakat lebih peka membaca prakiraan resmi. Dengan mengecek daftar daerah yang diprediksi hujan, aktivitas harian bisa direncanakan lebih matang. Pantau terus pembaruan dari BMKG agar tidak terjebak hujan mendadak. MI/AS
Sumber: teknologi












