Edi juga membandingkan sukun dengan singkong, salah satu sumber karbohidrat yang jauh lebih populer di meja makan orang Indonesia. Menurutnya, dari sisi kandungan nutrisi, sukun justru unggul.
“Namun, setiap bahan pangan memiliki keunggulan masing-masing dan saling melengkapi. Jadi, tidak perlu dipertentangkan,” ujar Edi.
Pernyataan ini terasa penting di tengah kecenderungan masyarakat yang sering membanding-bandingkan satu bahan pangan dengan bahan pangan lain seolah harus ada yang kalah. Padahal, keragaman sumber karbohidrat justru bisa memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Tumbuh di Tanah Tandus, Tahan di Musim Ekstrem
Keunggulan sukun tak berhenti pada isi gizinya saja. Sebagai pohon tahunan, sukun dikenal punya daya tahan yang cukup istimewa terhadap kondisi cuaca yang keras.
Pohon ini bisa tumbuh subur baik di wilayah dengan curah hujan tinggi maupun di lahan yang cenderung tandus dan kering. Karakter semacam ini membuat sukun menjadi kandidat yang menjanjikan di tengah tantangan perubahan iklim yang membuat pola cuaca semakin sulit diprediksi.
Baca juga: Rumah Hijau untuk Semesta: KWT Manurung Raih Rp100 Juta, kisah lain tentang bagaimana pengelolaan pangan dan lahan yang tepat bisa mendatangkan manfaat nyata bagi warga.
Bagi petani dan penggerak ketahanan pangan lokal, sifat tangguh semacam ini menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Sebab, tanaman pangan yang mudah gagal panen akibat cuaca ekstrem justru berisiko memperberat masalah kerawanan pangan di berbagai daerah.
Melihat Sukun dengan Cara Baru
Selama ini sukun mungkin lebih sering singgah di ingatan sebagai camilan sore hari, teman minum teh, atau jajanan pinggir jalan yang murah meriah. Namun temuan-temuan di atas mengajak kita melihatnya dari sudut yang berbeda.
Julukan sukun superfood barangkali masih terdengar asing di telinga banyak orang. Tapi dengan kandungan gizi yang mumpuni dan daya tahan tanaman yang teruji, sukun punya alasan kuat untuk naik kelas dari sekadar camilan menjadi bagian penting dari strategi pangan Indonesia ke depan. MI/AS
Sumber: gaya hidup






