Cerita Indonesia

Taman Nasional Gulguer: Rumah Baru 28 Spesies Langka di Sydney

×

Taman Nasional Gulguer: Rumah Baru 28 Spesies Langka di Sydney

Sebarkan artikel ini
taman nasional gulguer
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Bayangkan sebuah pagi di pinggiran barat Sydney, ketika kabut tipis masih menggantung di atas hutan eukaliptus dan suara burung hantu perlahan menghilang digantikan kicau burung pagi. Di tempat seperti itulah pemerintah Australia kini menyiapkan Taman Nasional Gulguer, kawasan konservasi baru yang kelak menjadi ruang terbuka bagi warga sekaligus benteng terakhir bagi puluhan satwa yang nyaris punah. Proyek ini digarap bertahap, namun ambisinya jelas: menghadirkan tempat berjalan kaki, bersepeda, piknik, sampai berkemah di tengah lanskap yang selama ini jarang tersentuh manusia.

Poin Penting

  • Gulguer National Park disiapkan di lahan lebih dari 1.100 hektare di barat Sydney
  • Kawasan ini menjadi habitat 28 spesies terancam, termasuk kanguru pohon dan burung hantu powerful owl
  • Taman ini punya nilai sejarah dan budaya penting bagi masyarakat Aboriginal Australia
  • Pembukaan untuk publik diperkirakan sekitar enam bulan setelah pekerjaan awal rampung

Lokasi dan Luas Taman Nasional Gulguer

Menurut laporan The Independent, taman ini akan berdiri di atas lahan seluas lebih dari 1.100 hektare. Letaknya cukup strategis bagi warga Sydney bagian barat, yakni sekitar 5 kilometer di selatan Silverdale dan 10 kilometer sebelah barat Bringelly. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai daerah suburban itu perlahan akan berubah wajah menjadi ruang hijau yang lebih tertata.

Meski belum resmi dibuka untuk umum, rencana besar sudah disusun matang. Pengunjung nantinya bisa menikmati jalur hiking dan bersepeda, area berkemah, tempat piknik, serta berbagai fasilitas rekreasi lain. Konsep ini mirip dengan taman-taman nasional lain di Australia yang menggabungkan wisata alam dengan pelestarian ekosistem.

Rumah bagi 28 Spesies yang Terancam Punah

Nilai paling penting dari taman nasional ini justru bukan soal rekreasi, melainkan fungsi konservasinya. Gulguer diketahui menjadi habitat bagi setidaknya 28 spesies yang berstatus terancam. Di antaranya ada burung hantu, kanguru pohon, katak raksasa penggali, dan kelelawar ekor bebas pesisir timur atau eastern coastal free-tailed bat.

Hutan eukaliptus yang mendominasi kawasan ini juga menjadi tempat tinggal white-bellied sea eagle dan powerful owl, spesies burung hantu terbesar yang dimiliki Australia. Dua ekosistem penting turut dilindungi di sana, yaitu Shale Sandstone Transition Forest dan Sydney Turpentine-Ironbark Forest, yang keduanya masuk kategori rentan akibat alih fungsi lahan selama bertahun-tahun.

Baca juga: 7 Kacang yang Baik untuk Otak, Bikin Fokus Makin Tajam, bekal ringan yang pas dibawa saat menyusuri jalur hiking di alam terbuka seperti ini kelak.

Makna Budaya bagi Masyarakat Aboriginal

Di balik hutan dan satwa liarnya, Gulguer menyimpan cerita panjang tentang manusia yang lebih dulu menghuni tanah tersebut. Kawasan ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang mendalam bagi masyarakat Aboriginal Australia. Pemerintah merancang taman nasional ini bukan sekadar sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Aboriginal untuk kembali terhubung dengan Country, istilah yang merujuk pada ikatan spiritual mereka dengan tanah leluhur.

Pendekatan semacam ini menunjukkan bagaimana konservasi alam tidak bisa dipisahkan dari konservasi budaya. Ketika hutan dijaga, cerita dan identitas yang melekat padanya turut terselamatkan.

Bagian dari Lanskap Konservasi yang Lebih Besar

Kehadiran Taman Nasional Gulguer bukan proyek berdiri sendiri. Pemerintah menempatkannya sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk membentuk lanskap konservasi yang saling terhubung di sekitar Sydney. Dengan menghubungkan berbagai kawasan hijau, satwa liar memiliki ruang jelajah yang lebih luas dan populasi mereka pun berpeluang lebih stabil dalam jangka panjang.

Sampai saat ini, pemerintah belum mengumumkan tanggal pasti pembukaan untuk publik. Namun berdasarkan perkiraan, taman nasional tersebut kemungkinan dapat diakses masyarakat sekitar enam bulan setelah pekerjaan awal di lokasi selesai dikerjakan.

Refleksi: Ruang Hijau yang Menyimpan Banyak Makna

Ketika kelak gerbang Gulguer dibuka, yang datang bukan hanya pejalan kaki atau pengendara sepeda yang mencari udara segar. Tempat itu akan menjadi persimpangan antara kepentingan manusia modern dan hak satwa liar untuk tetap punya rumah, sekaligus ruang bagi masyarakat Aboriginal untuk merawat ikatan mereka dengan tanah leluhur. Sebuah taman nasional, pada akhirnya, bukan cuma soal jalur hiking atau area camping, melainkan tentang bagaimana manusia belajar berbagi ruang dengan alam yang sudah lebih dulu ada di sana. MI/AS

Sumber: gaya hidup