Cerita Indonesia

7 Kacang yang Baik untuk Otak, Bikin Fokus Makin Tajam

×

7 Kacang yang Baik untuk Otak, Bikin Fokus Makin Tajam

Sebarkan artikel ini
kacang yang baik untuk otak
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Jam menunjukkan pukul tiga sore ketika Rani, seorang staf administrasi di Jakarta, mulai kehilangan konsentrasi di depan layar komputernya. Kalimat yang sama dibacanya berulang kali tanpa benar-benar masuk ke kepala. Alih-alih menyeduh kopi lagi, ia meraih toples kecil berisi campuran kenari dan almond yang selalu ia simpan di laci meja kerja, sesuatu yang menurut beberapa referensi kesehatan disebut sebagai kacang yang baik untuk otak.

Kebiasaan sederhana seperti itu ternyata punya dasar ilmiah. Menurut AARP, sejumlah kacang dan biji-bijian memiliki kandungan lemak tak jenuh, omega-3, vitamin, mineral, antioksidan, protein, hingga serat yang berpotensi mendukung fungsi kognitif, memori, dan kesehatan otak secara umum.

Poin Penting

  • Kenari, almond, pistachio, kacang Brasil, kacang pinus, pecan, biji chia, dan biji rami termasuk kacang yang baik untuk otak menurut AARP.
  • Kenari kaya ALA dan dikaitkan dengan suasana hati lebih baik serta gejala depresi yang lebih rendah.
  • Satu butir kacang Brasil sudah bisa memenuhi kebutuhan selenium harian orang dewasa sekitar 55 mikrogram.
  • Meski bernutrisi tinggi, kacang tetap perlu dikonsumsi secukupnya karena kalorinya cukup padat.

Kenapa Kacang yang Baik untuk Otak Banyak Dicari

Otak manusia sebagian besar tersusun dari lemak, sehingga asupan lemak berkualitas dari makanan turut memengaruhi cara kerjanya. Kacang-kacangan menjadi sumber praktis untuk mendapatkan lemak sehat itu tanpa harus mengolah masakan rumit. Tidak heran jika camilan ini kerap direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan pendukung fungsi kognitif jangka panjang.

Namun bukan berarti semua jenis kacang setara manfaatnya. Setiap varietas membawa profil nutrisi yang berbeda, dan itulah sebabnya penting mengenal satu per satu sebelum menjadikannya camilan harian.

Tujuh Pilihan yang Layak Masuk Menu Harian

Kenari sering disebut sebagai juara di antara kacang lain karena kandungan alpha-linolenic acid atau ALA, jenis omega-3 yang banyak ditemukan pada sumber nabati. Sejumlah penelitian bahkan mengaitkan konsumsi kenari secara rutin dengan suasana hati yang lebih stabil dan lebih rendahnya gejala depresi. Topik kesehatan mental memang makin banyak dibicarakan belakangan ini, seperti diulas dalam laporan 91% Warga RI Sebut Kesehatan Mental Sepenting Fisik, yang menunjukkan bahwa masyarakat mulai menaruh perhatian lebih pada aspek psikologis, bukan cuma fisik.

Almond punya kelebihan lain, yaitu kandungan vitamin E yang cukup tinggi. Vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh, termasuk sel otak, dari kerusakan akibat radikal bebas. Beberapa studi bahkan mencatat bahwa asupan vitamin E yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko demensia di usia lanjut.

Pistachio menarik perhatian peneliti karena dampaknya terhadap aktivitas listrik otak. Tim dari Loma Linda University menemukan bahwa konsumsi pistachio dapat memengaruhi gelombang otak, termasuk gelombang gamma yang berperan penting dalam proses kognitif dan pembentukan memori.

Kacang Brasil dikenal sebagai sumber selenium yang sangat pekat. Menariknya, cukup satu butir saja untuk memenuhi kebutuhan selenium harian orang dewasa, yang direkomendasikan sekitar 55 mikrogram. Selenium sendiri bekerja sebagai antioksidan yang membantu menjaga sel tubuh tetap sehat.

Kacang pinus membawa kandungan unik bernama asam pinolenat, jenis lemak yang jarang ditemukan pada bahan makanan lain. Para peneliti masih mendalami potensi asam ini dalam membantu meredakan peradangan di dalam tubuh.

Pecan tidak kalah menarik. Sebuah penelitian yang terbit pada 2025 di jurnal Nutritional Neuroscience menemukan bahwa konsumsi pecan berpotensi mendukung kecepatan pemrosesan informasi, memori, kemampuan belajar, hingga daya konsentrasi.

Bagi mereka yang punya alergi terhadap kacang pohon, biji chia dan biji rami bisa menjadi alternatif. Keduanya sama-sama kaya ALA sehingga tetap bisa menjadi sumber omega-3 dari tumbuhan. Biji rami sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk yang sudah digiling halus agar nutrisinya lebih mudah diserap tubuh.

Secukupnya, Bukan Sebanyak-banyaknya

Meski daftar manfaatnya panjang, kacang tetap termasuk makanan padat kalori. Mengonsumsinya dalam porsi wajar, misalnya segenggam kecil per hari, sudah cukup untuk mendapatkan manfaat tanpa berlebihan menambah asupan energi harian.

Kembali ke cerita Rani di meja kerjanya, segenggam kenari dan almond mungkin tidak langsung membuatnya jenius dalam semalam. Tapi kebiasaan kecil semacam itu, jika dijaga konsisten, bisa menjadi salah satu cara sederhana merawat otak untuk jangka panjang, satu genggam kacang setiap hari. MI/AS

Sumber: gaya hidup