Kepala Daerah

88 Pekebun Sawit Luwu Timur Diajari Trik Kejar Rendemen 25 Persen

×

88 Pekebun Sawit Luwu Timur Diajari Trik Kejar Rendemen 25 Persen

Sebarkan artikel ini
pekebun sawit luwu timur
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Sebanyak 88 pekebun sawit Luwu Timur mengikuti Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit yang digelar di Hotel Novotel Makassar mulai Jumat (7/8/2026) hingga lima hari ke depan. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Tahun 2026 hasil kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan PT Trifos Internasional Sertifikasi (TRIC). Kegiatan ini digelar untuk membekali pekebun dan penyuluh dengan teknik panen yang tepat, sehingga mutu tandan buah segar (TBS) dan rendemen minyak sawit bisa terdongkrak.

Poin Penting

  • Sebanyak 88 pekebun sawit Luwu Timur mengikuti Pelatihan Panen dan Pascapanen di Hotel Novotel Makassar pada 7-11 Agustus 2026.
  • Kegiatan merupakan kerja sama BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan PT Trifos Internasional Sertifikasi (TRIC).
  • Rendemen pabrik sawit di Luwu Timur saat ini masih bertahan di angka 16 persen, padahal berpotensi menembus lebih dari 25 persen.
  • Pemkab Luwu Timur berharap ilmu dari pelatihan ditularkan ke pekebun lain dan mendukung program integrasi biodiesel B50.

Kabupaten Luwu Timur selama ini dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan kelapa sawit rakyat di Sulawesi Selatan. Ribuan keluarga pekebun menggantungkan penghidupan dari komoditas ini, sehingga setiap upaya peningkatan mutu panen berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Pelatihan lima hari ini menjadi salah satu ikhtiar pemerintah agar hasil kebun rakyat tidak kalah bersaing dengan perkebunan besar.

Pelatihan Panen Jadi Kunci Genjot Rendemen Pekebun Sawit Luwu Timur

Kegiatan dibuka resmi oleh Turiah, S.P., M.Si., yang mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPH-Bun) Provinsi Sulawesi Selatan. Ia memuji semangat para peserta yang datang jauh-jauh dari Luwu Timur demi mengikuti pelatihan ini.

“Petani sawit Luwu Timur dikenal setia dan penuh semangat. Kami mengapresiasi antusiasme peserta dan penyelenggara, dan dengan ini kami nyatakan Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit ini resmi dibuka,” ujar Turiah.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, Abshar Abdur Razak, S.P., menegaskan bahwa kedisiplinan saat panen sangat menentukan kualitas TBS yang sampai ke pabrik. Menurutnya, teknik panen yang benar akan langsung berpengaruh pada rendemen yang dihasilkan.

“Rendemen pabrik kita selama ini ada yang hanya bertahan di angka 16 persen, padahal dengan bibit unggul dan tata kelola panen yang disiplin, potensinya bisa menembus lebih dari 25 persen,” kata Abshar.

Ilmu Diminta Ditularkan ke Petani Lain

Abshar berharap peserta pelatihan tidak hanya mempraktikkan ilmu yang didapat untuk kebun masing-masing, tetapi juga membagikannya kepada pekebun lain di kampung halaman. Menurutnya, manfaat pelatihan baru terasa optimal jika pengetahuan itu menyebar luas.

“Ilmu yang didapat di pelatihan ini wajib disebarluaskan kepada petani lain di daerah asal, agar manfaatnya dirasakan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan pentingnya peningkatan mutu dan rendemen sawit rakyat dengan agenda strategis nasional, termasuk kebijakan integrasi biodiesel B50 yang menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga stabilitas harga sawit di pasar dalam negeri. Dengan rendemen yang lebih tinggi, pekebun rakyat di Luwu Timur diharapkan mendapat nilai jual TBS yang lebih baik dari pabrik.

Baca juga: Klaim JKM Luwu Timur Cair Rp2 Miliar untuk 51 Warga sebagai bukti lain perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan warganya.

Sinergi antara BPDP, Kementerian Pertanian, dan lembaga sertifikasi seperti PT Trifos Internasional Sertifikasi diharapkan terus berlanjut agar makin banyak pekebun sawit Luwu Timur yang naik kelas. Semangat belajar 88 peserta pelatihan kali ini pun menjadi modal penting untuk mewujudkan target rendemen yang lebih tinggi di masa mendatang. Upaya semacam ini sejalan dengan berbagai program pemberdayaan warga yang belakangan digencarkan di daerah, seperti terlihat pada program pemberdayaan pemuda Luwu Timur yang juga berorientasi pada masa depan generasi muda daerah ini. MI/AS

Sumber: Tribun-timur.com