Merekamindonesia – Malili – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengambil langkah konkret untuk memperkuat program sekolah siaga bencana di wilayahnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat koordinasi di Kantor Dinas Pendidikan pada Kamis, 20 Agustus 2026, guna menyepakati pembentukan sekretariat bersama (Sekber) sekaligus kurikulum mitigasi bencana untuk sekolah-sekolah.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Luwu Timur dr. H. April dan Kepala Dinas Pendidikan Raoda Kadang, didampingi jajaran kepala bidang dari kedua instansi. Turut hadir Kepala UPTD SMA Wilayah Luwu Timur dan Luwu Utara, perwakilan Kementerian Agama, Bagian Hukum Sekretariat Daerah Luwu Timur, serta Suaib Laibe selaku salah satu penyusun kurikulum sekolah siaga bencana.
Poin Penting
- BPBD dan Dinas Pendidikan Luwu Timur sepakat membentuk sekretariat bersama untuk program Sekolah Siaga Bencana.
- Rapat koordinasi digelar di Kantor Dinas Pendidikan Luwu Timur pada Kamis, 20 Agustus 2026.
- Kurikulum mitigasi bencana disiapkan khusus untuk diterapkan di lingkungan sekolah.
- Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Agama, Bagian Hukum Setdakab, dan tim penyusun kurikulum.
Kolaborasi Lintas Sektor demi Sekolah Siaga Bencana
Kesepakatan ini lahir dari kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana perlu ditanamkan sejak bangku sekolah. Dengan adanya sekretariat bersama, BPBD dan Dinas Pendidikan akan memiliki wadah resmi untuk merancang, memantau, dan mengevaluasi implementasi program sekolah siaga bencana secara berkelanjutan.
Kehadiran perwakilan Kementerian Agama menunjukkan bahwa program ini tidak hanya menyasar sekolah umum, melainkan juga lembaga pendidikan di bawah naungan kementerian tersebut. Pelibatan Bagian Hukum Setdakab Luwu Timur pun mengindikasikan bahwa kesepakatan ini akan diperkuat dengan payung hukum agar pelaksanaannya berjalan konsisten di setiap satuan pendidikan.
Baca juga: Kemarau Luwu Timur: Bupati Irwan Ingatkan 4 Pemicu Kebakaran
Kurikulum Mitigasi Disusun Bersama Ahli
Penyusunan kurikulum mitigasi bencana melibatkan Suaib Laibe, salah satu anggota tim penyusun yang hadir langsung dalam rapat. Kurikulum ini nantinya diharapkan membekali siswa dengan pengetahuan dasar mengenai jenis-jenis bencana, langkah evakuasi, hingga cara bertindak cepat saat kondisi darurat terjadi di lingkungan sekolah.
Langkah Luwu Timur ini sejalan dengan upaya penguatan pendidikan karakter dan keterampilan hidup di kalangan pelajar. Sebelumnya, kabupaten ini juga dikenal aktif mendorong pengembangan kemampuan siswa di luar akademik, seperti program pelatihan public speaking bagi siswa SD yang telah berjalan di sejumlah sekolah.
Dampak Positif bagi Ketahanan Daerah
Dengan kolaborasi antar-OPD ini, Luwu Timur menunjukkan komitmen membangun ketahanan daerah dari sisi pendidikan, tidak hanya dari sisi kesiapan infrastruktur maupun logistik kebencanaan. Program sekolah siaga bencana yang terstruktur diyakini akan meningkatkan kesiapan generasi muda menghadapi potensi bencana, sekaligus menumbuhkan budaya siaga sejak dini di lingkungan pendidikan.
Kepala Pelaksana BPBD dan Kepala Dinas Pendidikan Luwu Timur berharap sinergi ini dapat segera direalisasikan melalui sekretariat bersama yang menjadi ujung tombak koordinasi teknis. Ke depan, seluruh sekolah di Luwu Timur ditargetkan dapat mengadopsi kurikulum mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya menyeluruh menjadikan daerah ini lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai risiko. MI/AS
Sumber: bilikfakta.id












