Lonjakan Kasus Malaria, Dengue, dan Chikungunya
Data terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pada 2024, jumlah kasus malaria global diperkirakan mencapai 282 juta, naik dari 273 juta kasus pada 2023, dengan sekitar 610 ribu orang meninggal dunia akibat penyakit ini. Kenaikan kasus malaria yang mulai terjadi sejak 2015 dikaitkan dengan cuaca ekstrem dan konflik berkepanjangan di negara-negara endemis.
Chikungunya pun tidak kalah mengkhawatirkan. Penyakit virus yang memicu demam dan nyeri sendi ini kini terdeteksi di lebih dari 100 negara dalam dua dekade terakhir, dengan wabah tercatat di China, Italia, dan Prancis dalam dua tahun terakhir. Wabah yang bermula di Kuba pada Juli tahun lalu bahkan menewaskan 46 orang, sementara secara global sekitar 14,4 juta orang terjangkit chikungunya setiap tahun, terbanyak di Asia Selatan dan Amerika Latin. Dengue juga mencatat rekor dengan lebih dari 14 juta kasus dan 12 ribu kematian di seluruh dunia.
Perdagangan Global Percepat Penyebaran Nyamuk Pembawa Penyakit
Sebuah analisis yang terbit Oktober lalu menelusuri catatan sejak abad ke-15, saat kapal pengangkut budak dari Afrika ke Amerika turut membawa nyamuk Aedes aegypti. Dari penelusuran itu, peneliti menemukan 45 jenis nyamuk pembawa penyakit pernah masuk ke wilayah baru, dan 12 di antaranya baru mulai menyebar sejak tahun 2000.
MI/AS
Sumber: teknologi
Menemukan kekeliruan dalam berita ini? Sampaikan koreksi atau hak jawab.






