Merekamindonesia – Nyamuk pembawa penyakit tidak lagi menjadi masalah eksklusif negara tropis. Serangga ini kini merangsek ke Eropa, Amerika, Asia, hingga Australia, membawa ancaman dengue, chikungunya, dan malaria ke wilayah yang dulu relatif aman. Perubahan iklim, arus perdagangan global, dan mobilitas manusia disebut sebagai kombinasi faktor yang mempercepat penyebaran ini.
Poin Penting
- Aedes albopictus menyebar ke Portugal, Prancis, dan Yunani sepanjang Juni 2025 hingga April 2026
- Kasus malaria global naik dari 273 juta pada 2023 menjadi 282 juta pada 2024 dengan 610 ribu kematian
- Chikungunya kini tercatat di lebih dari 100 negara dan menginfeksi sekitar 14,4 juta orang per tahun
- Sejak 2000, sedikitnya 12 dari 45 jenis nyamuk pembawa penyakit berhasil menghuni wilayah baru di dunia
Eropa Jadi Wilayah Baru yang Terdampak
Antara Juni 2025 dan April 2026, nyamuk Aedes albopictus — pembawa dengue dan chikungunya — tercatat masuk ke sejumlah negara Eropa yang sebelumnya bebas dari serangga ini, termasuk Portugal, Prancis, dan Yunani. Badan Keamanan Kesehatan Inggris bahkan mengeluarkan imbauan khusus bagi warganya yang berlibur ke luar negeri agar waspada terhadap penyakit tular nyamuk.
Situasi ini menandai pergeseran pola penyebaran yang cukup signifikan. Wilayah dengan iklim sedang, yang dulunya dianggap kurang ramah bagi nyamuk tropis, kini mulai menawarkan kondisi yang cukup hangat untuk mendukung siklus hidup serangga tersebut sepanjang musim panas.
Lonjakan Kasus Malaria, Dengue, dan Chikungunya
Data terbaru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pada 2024, jumlah kasus malaria global diperkirakan mencapai 282 juta, naik dari 273 juta kasus pada 2023, dengan sekitar 610 ribu orang meninggal dunia akibat penyakit ini. Kenaikan kasus malaria yang mulai terjadi sejak 2015 dikaitkan dengan cuaca ekstrem dan konflik berkepanjangan di negara-negara endemis.
Chikungunya pun tidak kalah mengkhawatirkan. Penyakit virus yang memicu demam dan nyeri sendi ini kini terdeteksi di lebih dari 100 negara dalam dua dekade terakhir, dengan wabah tercatat di China, Italia, dan Prancis dalam dua tahun terakhir. Wabah yang bermula di Kuba pada Juli tahun lalu bahkan menewaskan 46 orang, sementara secara global sekitar 14,4 juta orang terjangkit chikungunya setiap tahun, terbanyak di Asia Selatan dan Amerika Latin. Dengue juga mencatat rekor dengan lebih dari 14 juta kasus dan 12 ribu kematian di seluruh dunia.
Perdagangan Global Percepat Penyebaran Nyamuk Pembawa Penyakit
Sebuah analisis yang terbit Oktober lalu menelusuri catatan sejak abad ke-15, saat kapal pengangkut budak dari Afrika ke Amerika turut membawa nyamuk Aedes aegypti. Dari penelusuran itu, peneliti menemukan 45 jenis nyamuk pembawa penyakit pernah masuk ke wilayah baru, dan 12 di antaranya baru mulai menyebar sejak tahun 2000.
MI/AS
Sumber: teknologi












