Merekamindonesia – Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura, bikin geger warga sekitar, Minggu (2/8). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) langsung turun tangan pastikan investigasi segera digelar.
Poin Penting
- KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8)
- Sebanyak 236 penumpang dievakuasi, 231 selamat dan 5 orang meninggal dunia
- Menko AHY pastikan KNKT akan investigasi penyebab pasti kebakaran
- Kemenhub lewat Ditjen Perhubungan Laut masih verifikasi data penumpang bersama tim SAR
AHY menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menimpa kapal rute Surabaya-Makassar itu. Dia berharap seluruh korban mendapat penanganan terbaik dari petugas di lapangan.
“Secara umum, pertama Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR, kemudian kapal-kapal patroli,” kata AHY kepada wartawan di Bangkalan, Jawa Timur, Minggu (2/8).
KNKT Turun Tangan Selidiki Penyebab
Ketua Umum Partai Demokrat ini menegaskan pemerintah tak mau berlama-lama menunggu. Investigasi kebakaran KM Mutiara Sentosa bakal langsung dikebut begitu proses evakuasi rampung.
“Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut,” tegasnya.
Dia merinci ada tiga aspek yang bakal jadi fokus pemeriksaan. Kondisi fisik kapal, sumber daya manusia baik personel maupun penumpang, hingga faktor cuaca disebut perlu dicek ulang satu per satu.
“Investigasi akan dilakukan oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya,” jelasnya.
Safety First Jadi Kunci Transportasi Laut
AHY menekankan keselamatan penumpang harus jadi prioritas utama dalam setiap perjalanan laut. Menurutnya, penerapan SOP, protap, mitigasi cuaca, hingga kelaikan kapal harus terus diperketat.
“Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca juga tentunya harus bisa kita mitigasi, dan selebihnya kita ingin memastikan kapal selalu dalam kondisi layak, tidak ada masalah teknis, dan semangat kita memang terus meremajakan kapal-kapal kita,” pungkas AHY.
Baca juga: Nyamuk Pembawa Penyakit Kian Meluas, Malaria Renggut 610 Ribu Nyawa
Kronologi Kebakaran KM Mutiara Sentosa
Sebelumnya, KMP Mutiara Sentosa 2 dilaporkan terbakar saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar dengan sekitar 250 penumpang di atasnya. Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan informasi awal kebakaran diterima petugas siaga dari Syahbandar Tanjung Perak pukul 08.24 WIB.
Selang semenit, PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal turut mengonfirmasi kejadian tersebut. “Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 Rute Surabaya-Makasar dengan POB sekitar 250 orang terbakar,” ujar Nanang.
Nakhoda sempat melaporkan api muncul di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Namun komunikasi dengannya terputus dan tak bisa dihubungi lagi setelah itu.
Tim SAR bergerak cepat begitu laporan masuk. Koordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak, Pos SAR Sumenep, dan Stasiun Radio Pantai Kalianget dilakukan berlapis untuk memastikan posisi kapal.
Hasil komunikasi dengan Kapal Meratus Project 3 pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi. “Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan,” tuturnya.
Hingga pukul 21.00 WIB Minggu malam, total 236 penumpang telah dievakuasi. Sebanyak 231 orang dinyatakan selamat, sementara lima lainnya meninggal dunia. MI/AS
Sumber: nasional












