Politik

Gempa NTT: 1.796 Rumah di Ngada Hancur, Terparah se-Provinsi

×

Gempa NTT: 1.796 Rumah di Ngada Hancur, Terparah se-Provinsi

Sebarkan artikel ini
gempa ntt
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Gempa NTT yang mengguncang Sabtu (15/8) meninggalkan kerusakan parah di enam kabupaten. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan bangunan rusak, dengan Kabupaten Ngada mencatat kerusakan terbanyak.

Poin Penting

  • Gempa NTT bermagnitudo 7,7 mengguncang Sabtu 15 Agustus 2026 berpusat di Nagakeo
  • Kabupaten Ngada catat kerusakan rumah terbanyak dengan 1.796 unit
  • Korban meninggal bertambah jadi 68 jiwa dan 213 orang luka-luka
  • Gempa susulan tercatat 1.576 kali dengan magnitudo terbesar 6,2

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus memutakhirkan data kerusakan rumah warga.

“Kabupaten Ngada, total kerusakan mencapai 1.796 unit rumah. BPBD masih melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan tersebut,” kata Berton kepada wartawan, Senin (17/8).

Rincian Kerusakan Gempa NTT di Tiap Kabupaten

Selain Ngada, kerusakan rumah juga tercatat di lima kabupaten lain. Di Kabupaten Nagekeo, ada 116 unit rumah rusak berat (RB), 6 unit rusak sedang (RS), dan 42 unit rusak ringan (RR).

Kabupaten Ende mencatat 108 unit rumah RB, 85 unit RS, dan 268 unit RR. Adapun Kabupaten Manggarai jadi wilayah dengan rumah rusak berat terbanyak kedua, yakni 761 unit RB, 76 unit RS, dan 147 unit RR.

Di Manggarai Timur, kerusakan meliputi 23 unit rumah RB, 15 unit RS, dan 11 unit RR. Sementara Manggarai Barat mencatat 481 unit rumah RB, 202 unit RS, dan 231 unit RR.

“Sedangkan di Kabupaten Sikka, jumlah tempat tinggal terdampak meliputi 145 unit rumah RB, 16 unit RS, 12 unit RR,” ujarnya.

Berton menambahkan, selain rumah warga, guncangan juga merusak sejumlah fasilitas umum. Tempat ibadah, fasilitas kesehatan, sekolah, perkantoran, hingga akses jalan turut mengalami kerusakan.

Baca juga: Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Penumpang Nyaris Tersedot Keluar

Korban Jiwa dan Gempa Susulan Masih Terjadi

Per Senin ini, BNPB mencatat korban meninggal dunia akibat gempa NTT bertambah menjadi 68 jiwa. Sebanyak 213 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Meski begitu, Berton menegaskan tidak ada lagi warga yang dilaporkan hilang. Tim SAR gabungan tetap disiagakan di lokasi terdampak, terdiri dari 63 personel Basarnas dan 1.799 potensi SAR.

“Basarnas tetap menurunkan personel secara optimal khususnya di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,” ucap dia.

Operasi pencarian dan pertolongan berjalan beriringan dengan pelayanan medis darurat. Pos komando disebut akan mengoperasikan rumah sakit lapangan untuk melayani warga terdampak.

Pos Pendamping Nasional mencatat jumlah gempa susulan sudah mencapai 1.576 kali, dengan magnitudo terbesar 6,2. Dari jumlah itu, BMKG merilis 54 gempa susulan yang dirasakan langsung oleh warga.

“Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas,” jelasnya. Kondisi diperkirakan mulai stabil dalam 2-3 minggu ke depan.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) dengan pusat gempa di Kabupaten Nagakeo. Pemerintah Provinsi NTT langsung menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung 15 hingga 28 Agustus 2026.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan bersama BPBD dan instansi terkait,” pungkasnya. MI/AS

Sumber: nasional