Cerita Indonesia

Usir Lalat dari Makanan, Viral Video Telur Lalat: Ini 4 Cara Alami

×

Usir Lalat dari Makanan, Viral Video Telur Lalat: Ini 4 Cara Alami

Sebarkan artikel ini
usir lalat dari makanan
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Sepiring nasi yang tampak biasa saja bisa berubah jadi tontonan menjijikkan ketika kamera ponsel mendekat dan memperlihatkan bintik-bintik putih kecil bergerombol di permukaannya. Itulah yang terjadi belakangan ini, saat sebuah video makanan dipenuhi telur lalat menyebar luas di media sosial dan membuat banyak orang refleks memeriksa ulang piring mereka sendiri. Fenomena ini membuat topik usir lalat dari makanan mendadak ramai dicari, sebab tak sedikit yang ingin tahu cara mencegah kejadian serupa terulang di dapur sendiri. Bagi sebagian orang, tontonan itu bukan sekadar rasa jijik sesaat, melainkan pengingat bahwa dapur rumah tak pernah benar-benar steril dari serangga kecil yang datang tanpa diundang.

Kekhawatiran itu wajar muncul, sebab lalat bukan tamu yang bersih. Ia hinggap di mana saja, dari tempat sampah hingga bangkai hewan, sebelum akhirnya mendarat di atas makanan yang sedang menunggu untuk disantap. Karena itu, banyak orang mulai mencari cara usir lalat dari makanan yang praktis dan bisa dilakukan tanpa perlu menyemprotkan bahan kimia ke area masak.

Poin Penting

  • Video makanan berisi telur lalat viral dan memicu kekhawatiran soal keamanan konsumsi.
  • Lalat dapat menyebarkan bakteri dari sampah, bangkai, atau makanan busuk yang pernah disinggahinya.
  • Telur lalat yang tertelan berisiko kecil memicu intestinal myiasis meski kasusnya jarang terjadi.
  • Cuka apel, buah busuk, aroma tanaman tertentu, dan lilin bisa dipakai sebagai perangkap alami.

Kenapa Telur Lalat di Makanan Berbahaya

Ukuran telur lalat memang sangat kecil, sehingga mudah terlewat dari pandangan sekilas. Jika makanan yang sudah tercemar itu tetap dimakan, dampaknya tidak berhenti pada gangguan pencernaan ringan saja. Ada risiko lain yang jarang dibahas, yakni intestinal myiasis, kondisi ketika larva lalat sempat berkembang di dalam saluran pencernaan manusia.

Selain telurnya, yang lebih patut diwaspadai justru mikroba yang menumpang di tubuh lalat. Serangga ini kerap berpindah dari tempat sampah, kotoran, atau makanan basi ke meja makan dalam hitungan menit. Semakin lama lalat bertengger di atas makanan, semakin besar pula peluang bakteri berpindah ke sana.

Bukan Air Liur, tapi Bakteri yang Perlu Diwaspadai

Mengutip penjelasan dua ilmuwan biologi dari Florida International University, Ravindra Palavalli-Nettimi dan Jamie Theobald, yang dirangkum National Geographic Indonesia, lalat sebenarnya tidak punya gigi untuk mengunyah makanan padat seperti manusia. Sebagai gantinya, ia mengeluarkan cairan pencernaan untuk melunakkan makanan, lalu menyedotnya kembali. Bahkan, lalat diketahui bisa memuntahkan cairan itu lebih dulu sebelum menelannya lagi.

Lalat juga “mencicipi” makanan lewat reseptor di kakinya begitu ia mendarat di suatu permukaan. Jika hinggapnya hanya sebentar, beberapa detik saja, risiko perpindahan kuman relatif kecil dan makanan biasanya masih aman dikonsumsi. Namun bila makanan sudah tampak dipenuhi telur atau menunjukkan tanda kontaminasi jelas, sebaiknya jangan diteruskan untuk disantap.

Cara Usir Lalat dari Makanan Tanpa Bahan Kimia

Ada beberapa trik sederhana yang bisa dicoba di rumah, dan sebagian besar bahannya sudah tersedia di dapur. Kebiasaan menjaga kebersihan rumah secara rutin, seperti dibahas dalam pengaruh tempat tinggal terhadap gaya hidup, juga turut menentukan seberapa sering lalat betah berkeliaran di sekitar meja makan. Berikut beberapa caranya:

  • Perangkap cuka apel: campurkan beberapa sendok makan cuka apel dengan satu sendok makan gula dan beberapa tetes sabun cuci piring dalam mangkuk. Aroma manisnya mengundang lalat mendekat, sementara sabun membuat lalat tenggelam dan tak bisa keluar lagi.
  • Perangkap buah busuk: masukkan potongan buah yang mulai membusuk ke dalam toples, tutup dengan plastik berlubang kecil. Lalat akan masuk karena tertarik aroma buah, tapi kesulitan keluar dari wadah itu.
  • Aroma yang tak disukai lalat: kemangi, mint, lavender, cengkeh, dan kayu manis dikenal tidak disukai lalat. Menanamnya di sekitar rumah atau menggunakan minyak esensial dan diffuser beraroma serupa bisa membantu menjauhkan lalat secara alami.
  • Perangkap lilin: letakkan lilin menyala di atas wadah berisi sedikit air. Cahaya lilin menarik lalat mendekat, dan sebagian bisa jatuh ke air setelah terbakar. Cara ini perlu diawasi ketat agar tidak memicu kebakaran.

Baca juga: Gerakan Bersih-Bersih Masjid Lutim: Sekda Ramadhan Turun Tangan, sebagai contoh bagaimana kebersihan lingkungan yang terjaga bisa membantu mengurangi kehadiran lalat dan serangga lain di sekitar area publik maupun rumah tangga. MI/AS

Sumber: gaya hidup