Merekamindonesia – Ribuan warga di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mendesak Pemerintah Daerah segera mempercepat realisasi PSN Lampia Luwu Timur berupa pembangunan kawasan industri di Desa Harapan, Kecamatan Malili. Desakan itu disampaikan sejumlah tokoh dan elemen masyarakat kepada media ini, Jumat (31 Juli 2026). Mereka menilai peluang besar dari pemerintah pusat sayang jika dibiarkan berlarut tanpa kepastian.
Poin Penting
- Warga dari enam desa di Malili mendesak Pemda Luwu Timur mempercepat pembangunan PSN kawasan industri di Desa Harapan, Lampia.
- Pemerintah pusat telah menunjuk Luwu Timur sebagai salah satu kawasan PSN di Sulawesi Selatan.
- Pemda Luwu Timur sudah menyiapkan lahan strategis di Desa Harapan yang didukung sumber daya alam melimpah sebagai bahan baku industri.
- Desa Harapan, Pasi-pasi, Pongkeru, Laskap, Wewangriu, dan Malili menyatakan dukungan penuh terhadap rencana investasi tersebut.
Status Luwu Timur dalam Peta PSN Nasional
Luwu Timur bukan daerah sembarangan dalam program strategis nasional. Pemerintah pusat telah menetapkan kabupaten ini sebagai salah satu kawasan yang masuk dalam skema PSN di Sulawesi Selatan, sejajar dengan wilayah-wilayah lain yang tengah digenjot pembangunannya. Status ini membuka jalan bagi masuknya investasi besar yang selama ini dinanti masyarakat setempat.
Menurut warga yang ditemui secara terpisah, penunjukan tersebut semestinya menjadi pemicu percepatan, bukan sekadar status di atas kertas. “Jadi tidak ada alasan untuk tidak mempercepat pembangunan kawasan industri di Luwu Timur, ini peluang yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten untuk segera diwujudkan,” ujar mereka.
Lahan Sudah Siap, Sumber Daya Alam Mendukung
Salah satu alasan utama di balik desakan warga adalah kesiapan lahan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur diketahui telah memiliki lokasi di Desa Harapan yang dinilai sangat strategis untuk pembangunan kawasan industri. Lahan ini didukung oleh potensi sumber daya alam yang melimpah, yang bisa menjadi bahan baku utama bagi proses industri sekaligus daya tarik bagi calon investor.
Kombinasi antara lahan yang tersedia dan kekayaan alam ini dinilai warga sebagai modal kuat yang jarang dimiliki daerah lain. Jika dikelola dengan baik, kawasan industri ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan asli daerah dalam jangka panjang.
Enam Desa Kompak Beri Dukungan
Dukungan terhadap percepatan PSN Lampia Luwu Timur tidak datang dari satu wilayah saja. Warga di sekitar area yang direncanakan menjadi kawasan industri, yakni Desa Harapan, Pasi-pasi, Pongkeru, Laskap, Wewangriu, dan Malili, telah menyatakan sikap yang sama kepada pemerintah daerah. Mereka menilai proyek ini sebagai peluang yang mesti segera dimanfaatkan.
“Ini peluang pak,” ujar salah satu warga singkat, mewakili harapan banyak orang di kawasan tersebut. Sikap kompak dari enam desa ini menunjukkan bahwa dukungan masyarakat terhadap pembangunan bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata yang dirasakan langsung oleh warga terdampak.
Harapan pada Tata Kelola yang Rapi
Percepatan proyek besar seperti ini biasanya juga beriringan dengan penataan lahan di sekitarnya. Baca juga: Pengosongan Lahan Bukit Laoli Lutim Tertib, Warga Dapat Hunian, yang menjadi contoh bagaimana proses penataan kawasan di Luwu Timur dapat berjalan tertib sekaligus memperhatikan hak warga terdampak.
Selain aspek lahan, keberhasilan proyek strategis semacam ini juga bergantung pada dukungan kebijakan anggaran daerah. Pembahasan mengenai kebijakan fiskal daerah Luwu Timur yang sempat dibahas dalam rapat kerja bersama DPR RI menjadi salah satu indikator bahwa pemerintah daerah tengah menyiapkan fondasi anggaran untuk mendukung proyek-proyek besar semacam ini.
Dengan modal lahan yang sudah tersedia, dukungan warga dari enam desa, serta status resmi sebagai kawasan PSN, publik berharap pembangunan kawasan industri di Desa Harapan tak lagi tertunda. Warga menilai momentum ini harus segera dimanfaatkan agar manfaat ekonominya dapat segera dirasakan masyarakat luas di Luwu Timur. MI/AS
Sumber: bilikfakta.id












