Merekamindonesia – Proses pengosongan lahan Bukit Laoli di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, berlangsung lancar dan terkendali pada Kamis, 30 Juli 2026. Satuan Polisi Pamong Praja dibantu personel TNI dan Polri membongkar sejumlah pondok kebun yang selama ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Daerah tersebut. Meski sempat diwarnai sedikit gesekan di lapangan, seluruh tahapan penertiban dilaporkan tetap mengikuti kaidah hukum yang berlaku.
Kronologi Pengosongan Lahan Bukit Laoli
Warga selama ini memanfaatkan area Bukit Laoli untuk aktivitas perkebunan dengan mendirikan pondok-pondok sederhana. Setelah proses pembongkaran, sisa material bangunan beserta barang-barang milik warga yang sempat berada di dalam pondok dipindahkan dan disimpan di samping Kantor Desa Harapan. Langkah ini diambil agar barang warga tetap aman sambil menunggu penyelesaian lebih lanjut.
Poin Penting
- Pengosongan lahan Bukit Laoli di Desa Harapan, Malili, Luwu Timur berlangsung aman dan sesuai prosedur hukum pada Kamis, 30 Juli 2026.
- Satpol PP dibantu aparat TNI-Polri membongkar sejumlah pondok kebun yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Daerah.
- Material bongkaran dan barang milik warga disimpan di samping Kantor Desa Harapan.
- Pemkab Luwu Timur menyediakan hunian sementara bagi warga terdampak, sejalan dengan rekomendasi Komnas HAM.
Sejalan dengan Rekomendasi Komnas HAM
Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Muh. Reza, menjelaskan bahwa penertiban aset milik pemerintah memang menjadi bagian dari tugas pokok Satpol PP. Menurutnya, langkah pengosongan lahan Bukit Laoli dilakukan secara profesional tanpa mengabaikan hak-hak warga yang selama ini menggarap lahan tersebut.






