Syaifullah mengimbau agar desa yang menjadi lokus penilaian untuk tidak memanipulasi data desa.
“Kita tidak ketahui pola penilaian apa yang akan dilaksanakan oleh tim penilai KKS Provinsi dan Pusat,” ungkap Syaifulllah.
“Olehnya itu, saya mengimbau kepada desa yang dinilai untuk transparan menyampaikan apa saja menjadi kekurangan di desa agar kami sebagai tim dapat membantu memperbaiki dan mengatasi kekurangan yang ada di indikator penilaian.” pungkasnya.
Turut hadir, Camat Angkona, Ketua TP PKK Kecamatan Angkona dan jajarannya, Staf Ahli TP PKK Lutim, Kepala Desa Balirejo, Wanasari, Lakawali dan Atue, perwakilan UPTD Puskesmas Angkona dan Lakawali, dan Perangkat Desa Balirejo, Wanasari, Lakawali dan Atue.