Merekamindonesia – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggandeng Save the Children menggelar Workshop School Health and Nutrition (SHN) di Aula Wisma Trans Malili, Rabu (29/07/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat program sekolah sehat Luwu Timur sekaligus menyusun rencana aksi lintas sektor demi pemenuhan layanan kesehatan dan gizi anak usia sekolah.
Poin Penting
- Pemkab Luwu Timur bersama Save the Children menggelar Workshop School Health and Nutrition di Aula Wisma Trans Malili pada Rabu, 29 Juli 2026.
- Workshop dihadiri Asisten I Aini Endis Anrika, Plt Kadinkes dr. Helmy Kahar, Koordinator Save the Children Rina Zulwiyati, camat, dan kepala UPT SD se-Lutim.
- Program sekolah sehat Luwu Timur diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan UKS di seluruh satuan pendidikan.
- Setiap sekolah akan membentuk struktur organisasi UKS yang melibatkan pemerintah kecamatan dan desa sebagai pembina.
Sinergi Pemerintah dan Lembaga Kemanusiaan
Workshop dibuka langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika. Ia mengapresiasi peran Save the Children Indonesia dan Yayasan Celosia Marennu yang terus mendampingi Pemkab Luwu Timur dalam isu kesehatan dan gizi anak.
Menurut Aini, kesehatan dan nutrisi adalah fondasi utama membentuk sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Karena itu, ia berharap forum ini melahirkan rekomendasi konkret yang benar-benar bisa diterapkan di lapangan.
“Kami menyambut baik terselenggaranya workshop ini. Semoga melalui forum ini lahir berbagai rekomendasi dan rencana aksi yang dapat diimplementasikan secara nyata untuk meningkatkan kesehatan dan status gizi anak-anak usia sekolah di Kabupaten Luwu Timur,” ujar Aini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur dr. Helmy Kahar yang juga tampil sebagai narasumber, perwakilan OPD terkait, para camat, serta kepala UPT Sekolah Dasar se-Kabupaten Luwu Timur. Kehadiran lintas instansi ini menunjukkan bahwa upaya membangun sekolah sehat Luwu Timur tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.
Peran Save the Children dalam Program SHN
Koordinator Save the Children, Rina Zulwiyati, menjelaskan bahwa pendekatan School Health and Nutrition dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui penguatan layanan kesehatan dan gizi di lingkungan sekolah. Ia menegaskan keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat.
“Workshop ini menjadi momentum untuk menyusun langkah strategis yang disepakati bersama sehingga pelaksanaan program kesehatan dan nutrisi di sekolah dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan,” ungkap Rina.
Baca juga: Desa Digital Luwu Timur: Indosat Wujudkan Transformasi Internet yang juga menjadi bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan di daerah ini.
Penguatan UKS sebagai Tindak Lanjut
Pada sesi materi, narasumber dari Dinas Kesehatan, Hariati, memaparkan bahwa workshop ini turut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, setiap sekolah nantinya akan membentuk struktur organisasi UKS yang melibatkan pemerintah kecamatan dan desa sebagai pembina.
Langkah ini diharapkan menjamin keberlanjutan layanan kesehatan dan gizi bagi peserta didik, tidak hanya sebatas program seremonial. Narasumber dari Bagian Kesejahteraan Rakyat, Ambran Akmal, turut memberikan pemaparan dalam sesi tersebut.
Komitmen semacam ini sejalan dengan berbagai program pembangunan yang tengah digalakkan Pemkab Lutim di berbagai sektor. Sebagai gambaran, Bupati Luwu Timur Tegas Terapkan Disiplin ASN Luwu Timur juga mencerminkan upaya pemerintah daerah membangun tata kelola yang lebih baik demi pelayanan publik, termasuk di sektor kesehatan dan pendidikan.
Dengan digelarnya workshop ini, harapan besar disematkan agar program sekolah sehat Luwu Timur dapat terus berjalan konsisten dan memberi dampak nyata bagi tumbuh kembang generasi muda di daerah tersebut. MI/AS
Sumber: Warta Lutim












