“Yang menjadi motor penggerak kegiatan ini adalah perempuan-perempuan hebat. Peran perempuan sangat strategis, tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi keluarga dan penjaga ketahanan pangan,” ujar Wabup Puspawati.
Ia berharap semangat KWT Wulasi Mandiri menular ke desa-desa lain di Luwu Timur agar lebih kreatif memanfaatkan potensi lokal. “Saya berharap fasilitas ini dimanfaatkan dengan baik, dirawat bersama, dan dikembangkan menjadi pusat edukasi pertanian organik di Luwu Timur. Jadikan tempat ini sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus melahirkan inovasi baru,” tambahnya.
Semangat pemberdayaan berbasis komunitas semacam ini sejalan dengan berbagai program pembangunan desa lain di kabupaten ini, termasuk upaya transformasi digital di sejumlah desa Luwu Timur yang turut mendorong kemandirian warga dari sisi teknologi.
Dukungan PLN untuk Rumah Hijau untuk Semesta
Perwakilan PT PLN (Persero) UIP Sulawesi, Nining, menegaskan bahwa bantuan Rp100 juta ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendorong pemberdayaan masyarakat serta transisi ke energi dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
“Kami melihat ini bukan sekadar program, tetapi gerakan pemberdayaan perempuan. Harapan kami, bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas KWT dan menjadi contoh bagi kelompok lain,” tutur Nining.
Baca juga: Sekolah Sehat Luwu Timur Jadi Fokus Baru lewat Workshop SHN, yang juga menunjukkan bagaimana program berbasis komunitas terus tumbuh di kabupaten ini.
Usai acara peluncuran, Wakil Bupati bersama Ketua TP PKK dan rombongan meninjau langsung fasilitas green house, mengamati berbagai tanaman yang dibudidayakan, serta menyaksikan proses pengolahan pupuk kompos yang dikelola anggota KWT. Kunjungan ini menjadi penutup simbolis dari peluncuran program yang diharapkan menjadi model ketahanan pangan berbasis perempuan di Luwu Timur. MI/AS
Sumber: Warta Lutim






