DaerahKepala DaerahNasionalPendidikan

Lestarikan Bahasa Ibu dari Sekolah: Disdikbud Lutim Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu 2026, Bugis dan Toraja Naik Panggung

×

Lestarikan Bahasa Ibu dari Sekolah: Disdikbud Lutim Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu 2026, Bugis dan Toraja Naik Panggung

Sebarkan artikel ini
Lestarikan Bahasa Ibu dari Sekolah: Disdikbud Lutim Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu 2026, Bugis dan Toraja Naik Panggung
Dok. Merekam Indonesia

MerekamIndonesia.com- Upaya menjaga bahasa daerah agar tidak punah di tengah gempuran bahasa asing dan gawai, dilakukan serius oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur.

Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Luwu Timur 2026, Disdikbud Lutim mengangkat kembali kebanggaan berbahasa Bugis dan bahasa Toraja langsung dari kalangan pelajar.

Festival ini akan digelar pada 13 s.d 14 Oktober 2026 di Luwu Timur, dengan mengusung tema “Berbahasa, Berbudaya, Membangun Sejuta Makna”.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Raoda K.S.Pd.,M.Si, menegaskan FTBI bukan sekadar lomba, melainkan gerakan revitalisasi.

“Bahasa Ibu adalah jati diri. Kalau anak-anak kita malu berbahasa Bugis dan Toraja hari ini, maka 20 tahun lagi kita kehilangan cerita, kehilangan identitas,” ujar Raoda.

FTBI Lutim 2026 akan mempertandingkan empat cabang utama yang semuanya menggunakan Bahasa Bugis dan Bahasa Toraja, diantaranya adalah :

1. Lomba Pidato Bahasa Bugis dan Bahasa Toraja

2. Lomba Mendongeng Bahasa Bugis dan Bahasa Toraja

3. Lomba Menulis Cerpen Bahasa Bugis dan Bahasa Toraja

4. Lomba Komedi Tunggal Bahasa Bugis dan Bahasa Toraja

Keempat lomba ini sengaja dipilih agar anak-anak tidak hanya bisa berbahasa, tapi bisa percaya diri tampil, bercerita, dan bahkan menghibur dengan bahasa ibunya sendiri.

Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, ST., M.IP bersama Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler memberikan dukungan penuh. Menurut mereka, Luwu Timur yang dihuni beragam suku, harus menjadikan bahasa sebagai jembatan budaya, bukan sekat.

“Ayo Sukseskan FTBI Luwu Timur 2026. Ini bukan tugas Disdikbud saja, ini tugas kita semua untuk memastikan bahasa Bugis dan Toraja tetap hidup di rumah, di sekolah, dan di panggung,” tulis ajakan resmi dalam poster festival.

Disdikbud berharap, dari panggung FTBI ini akan lahir tunas-tunas penutur muda yang bangga. Bukan hanya juara lomba, tapi duta bahasa yang akan mengajarkan kembali ke teman-temannya di sekolah.

Dengan melibatkan pelajar SD dan SMP se-Luwu Timur, festival ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah hadir bukan hanya membangun fisik, tapi juga membangun karakter dan budaya dari akar.

Mi/And