Merekamindonesia – Pihak yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, membantah bahwa ratusan senjata sekolah yang ditemukan berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler menembak. Bantahan ini disampaikan menyusul temuan yang sempat menghebohkan warga sekitar dan menarik perhatian aparat kepolisian.
Poin Penting
- Ratusan senjata sekolah ditemukan di ruangan bekas ketua pengurus yayasan lama berinisial IWD di Pondok Pinang, Kebayoran Lama.
- Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, membantah temuan itu terkait ekstrakurikuler menembak dan mengaku tidak tahu keberadaan senjata sebelumnya.
- IWD diberhentikan usai diduga menyalahgunakan dana yayasan untuk membeli tanah yang justru bersertifikat atas nama istrinya.
- Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengklaim 995 airsoft gun itu legal dan disimpan sejak 2020 untuk ekskul menembak.
Sengketa Yayasan Buka Pintu Temuan Ratusan Senjata Sekolah
Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menjelaskan temuan bermula dari sengketa kepengurusan internal yang berlangsung cukup lama. Ketua pengurus lama berinisial IWD diberhentikan usai menjabat sekitar 15 tahun lamanya di lingkungan yayasan tersebut.
Pengurus baru lalu mendapat akses ke ruangan yang dulu dikuasai IWD sepenuhnya. Di situlah ratusan senjata ditemukan tersimpan rapi tanpa sepengetahuan pengurus yang baru menjabat.
“Akhirnya kami coba buka-buka, enggak tahunya ketika kami buka ruangan itu, kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini,” kata Hermawanto kepada wartawan, Jumat (7/8).
Menurut Hermawanto, para guru yang sudah lama mengajar di sekolah itu memastikan tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak selama bertahun-tahun mereka bertugas.
“Kami informasikan berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak,” ujarnya.
Ia menegaskan pihak yayasan tidak mengetahui bagaimana senjata itu bisa masuk ke ruangan tersebut. Ruangan itu, kata dia, sepenuhnya dikuasai pengurus lama yang kini sudah dipecat dari jabatannya.
“Bagaimana caranya masuk, bagaimana yang siapa yang bertanggung jawab, kami juga tidak tahu. Karena yang mengelola itu dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan, sudah kami pecat,” jelasnya.
Dugaan Penyalahgunaan Dana di Balik Pemecatan IWD
Hermawanto mengungkap alasan pemberhentian IWD dari jabatannya sebagai ketua pengurus yayasan. Yayasan menduga ada penyalahgunaan dana pada 2013 untuk kepentingan pembelian tanah.






