merekamindonesia.com – Polemik pengadaan mobil ambulans untuk armada Garda Sehat di sejumlah desa di Kabupaten Luwu Timur belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pengadaan kendaraan yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Vale Indonesia Tbk itu memunculkan beragam persepsi di tengah masyarakat.
Informasi yang cepat menyebar di media sosial membuat sebagian masyarakat menilai program tersebut bermasalah, bahkan memunculkan berbagai spekulasi yang turut menyeret nama sejumlah pihak di lingkup pemerintahan daerah.
Sorotan warganet salah satunya mengarah pada kedekatan antara pihak vendor pengadaan, Erwin Sandi, dengan sosok yang akrab disapa Ibas. Namun sejumlah warga menilai hubungan pertemanan pribadi tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterlibatan pihak tertentu dalam persoalan tersebut.
Aswar, warga Malili, mengatakan jika memang ditemukan kesalahan dalam proses pengadaan ambulans desa, maka tanggung jawab sepenuhnya berada pada pihak rekanan atau vendor pelaksana.
“Semua proses pengadaan berjalan sesuai mekanisme administrasi. Kalau kemudian ada masalah dalam pelaksanaannya, tentu yang bertanggung jawab adalah rekanan,” ujarnya kepada media.
Menurutnya, opini yang berkembang di media sosial terkesan langsung menyudutkan pemerintah daerah tanpa melihat secara utuh proses dan kewenangan dalam pengadaan tersebut.
Di sisi lain, Aswar justru mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang dinilai mampu menghadirkan berbagai program masyarakat tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk pengadaan mobil ambulans melalui dana CSR perusahaan.












