Merekamindonesia – Karhutla Bangka Tengah kembali jadi sorotan setelah luasan area terdampak terus bertambah dalam dua bulan terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah mencatat total lahan yang terbakar sepanjang 2026 sudah mencapai 118 hektare per Sabtu (8/8).
Data itu merupakan akumulasi seluruh penanganan insiden kebakaran lahan yang dikerjakan tim gabungan BPBD bersama pemadam kebakaran. Kepala BPBD Bangka Tengah, Yudi Shabara, yang mengonfirmasi angka tersebut.
Poin Penting
- Total area karhutla di Bangka Tengah mencapai 118 hektare sepanjang tahun 2026 hingga 8 Agustus.
- Sebanyak 51 kejadian kebakaran lahan tercatat hanya dalam periode Juli-8 Agustus 2026.
- Ruas jalan Koba-Kurau jadi titik paling rawan dengan 11 kejadian karhutla.
- BPBD imbau warga stop bakar lahan, cepat lapor titik api, dan waspadai bara rokok.
Lonjakan Kasus Karhutla Bangka Tengah Sejak Juli
Yudi menyebut ada kenaikan tajam jumlah insiden begitu memasuki pertengahan tahun. Sepanjang Juli hingga 8 Agustus 2026 saja, petugas mencatat sedikitnya 51 kali peristiwa kebakaran lahan di wilayah itu.
Musim kemarau membuat vegetasi kering jadi bahan bakar empuk bagi api. Kondisi ini yang bikin karhutla Bangka Tengah sulit dikendalikan hanya dalam hitungan minggu.
Jalur Koba-Kurau Paling Rawan Titik Api
Dari sekian banyak lokasi kejadian, kawasan di sepanjang ruas jalan utama Koba menuju Kurau tercatat paling sering terbakar. Setidaknya ada 11 kejadian karhutla di jalur tersebut selama periode Juli-Agustus 2026.
“Maraknya insiden dalam dua bulan terakhir menunjukkan bahwa sejumlah wilayah di Bangka Tengah masih berada dalam kondisi rawan kebakaran, sehingga masyarakat dituntut meningkatkan kewaspadaan ekstra,” kata Yudi Shabara kepada wartawan, Sabtu (8/8), seperti dilansir Antara.
Baca juga: Ilmuwan AS Pakai Hiu untuk Memprediksi Badai, Begini Caranya
Imbauan BPBD agar Karhutla Bangka Tengah Tak Meluas
BPBD Bangka Tengah mengingatkan warga bahwa banyaknya vegetasi kering berisiko tinggi memicu titik api baru. Sejumlah langkah pencegahan pun diminta dipatuhi masyarakat secara ketat.
- Dilarang keras membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar sembarangan.
- Segera melapor ke petugas begitu menemukan titik api sekecil apa pun.
- Tidak membuang puntung rokok atau benda berbara secara ceroboh, terutama di area bersemak kering.
- Membersihkan material mudah terbakar di sekitar permukiman serta memastikan api dapur maupun bakaran sampah padam total.
Yudi menegaskan kewaspadaan warga jadi kunci menekan jumlah kejadian karhutla Bangka Tengah ke depan. “Sehingga masyarakat dituntut meningkatkan kewaspadaan ekstra,” pungkasnya. MI/AS
Sumber: nasional












