Beliau menambahkan, Almarhum semasa hidupnya tidak hanya dikenal sebagai pendidik dan ulama, tetapi juga pernah berperan aktif sebagai anggota DPRD Luwu Timur, memberikan kontribusi nyata terhadap arah kebijakan dan pembangunan daerah.
“Sebagai tokoh Nahdlatul Ulama di Luwu Timur, beliau adalah sosok teladan dalam menyebarkan ajaran Islam yang penuh kasih sayang, toleransi, dan kedamaian. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita warisi dan amalkan,” tambahnya.
Disela rangkaian acara Haul, turut digelar pula Wisuda Metode Mumtaz angkatan ke-4 Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Lauwo. Sebanyak puluhan santriwan dan santriwati yang telah menuntaskan pembelajaran tahfidz dan bacaan Al-Qur’an metode Mumtaz diwisuda secara resmi di hadapan para tamu undangan dan orang tua mereka, kemudian diakhiri dengan doa bersama.
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan, dan meneguhkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat Luwu Timur yang religius dan berkarakter. (oem/prokopim/ikp-humas/kominfo-sp)












