MerekamIndonesia.com – Jika selama ini lada, kakao, rumput laut, dan bandeng Luwu Timur hanya dikenal sebagai komoditas mentah, kini narasinya diubah. Dari Gedung Ontae Luwu Sorowako, Selasa (27/10/2026), Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memulai babak baru: menyiapkan komoditas lokal untuk bersaing di pasar global.
Langkah itu dikemas dalam Pelatihan Bagaimana Memulai Ekspor (BME) dan Promosi Produk Ekspor (PPE) yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Oktober 2026. Pelatihan ini dibuka oleh Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, Aswan Azis, mewakili Bupati Luwu Timur.
Yang membuat pelatihan ini berkelas dan berbeda adalah konsepnya. Jika pelatihan ekspor pada umumnya hanya fokus pada pelaku usaha, Luwu Timur membangun ekosistem dua lini yang berjalan sejajar.
Di lini pertama, sebanyak 47 pelaku usaha yang terdiri dari 32 pengurus BUMDes/BUMDesma dan 15 UMKM binaan PT Vale Indonesia Tbk, digembleng dari hulu ke hilir. Mulai dari kalkulasi harga ekspor, standar mutu global, strategi pengemasan, hingga cara membaca dan membidik buyer mancanegara.






