Cerita Indonesia

Buku Setir Kehidupan Ungkap Kisah Bupati Bekas Sopir Pete-Pete

×

Buku Setir Kehidupan Ungkap Kisah Bupati Bekas Sopir Pete-Pete

Sebarkan artikel ini
buku setir kehidupan
{"prompt":"A photorealistic news photo of an official launching a motivational book at an outdoor evening event in front of a residence, no text, no logo, photorealistic news photography, no text, no watermark","originalPrompt":"A photorealistic news photo of an official launching a motivational book at an outdoor evening event in front of a residence, no text, no logo, photorealistic news photography, no text, no watermark","width":1024,"height":576,"seed":713325939,"model":"sana","enhance":false,"nologo":true,"negative_prompt":"undefined","nofeed":false,"safe":false,"quality":"medium","image":[],"transparent":false,"isMature":false,"isChild":false,"trackingData":{"actualModel":"sana","usage":{"completionImageTokens":1,"totalTokenCount":1}}}

Sebuah buku baru bertajuk Setir Kehidupan resmi diluncurkan dan langsung menyita perhatian karena mengangkat kisah nyata yang jarang diceritakan. Buku Setir Kehidupan ini menuturkan perjalanan hidup Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang pernah menjadi sopir angkutan umum sebelum akhirnya memimpin daerah kelahirannya.

Peluncuran dilakukan pada rangkaian acara Muharram Fest 1448 Hijriah di Pelataran Kediaman Bupati Irwan, Malili, Senin (13/07/2026). Buku itu diposisikan sebagai sumber inspirasi, khususnya bagi anak yatim dan generasi muda.

Dari Sopir Pete-Pete Menuju Kursi Bupati

Cerita di dalam buku berpusat pada seorang anak dari keluarga sederhana. Untuk membiayai pendidikannya, ia rela menjadi sopir angkutan umum atau pete-pete.

Perjuangan itulah yang kemudian mengantarkannya pada jalan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Dari balik kemudi angkutan umum, ia dipercaya rakyat untuk memimpin Luwu Timur sebagai bupati.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa keterbatasan ekonomi maupun latar belakang keluarga tidak selalu menutup peluang untuk meraih cita-cita. Pesan itu yang ingin ditularkan lewat halaman demi halaman buku.

Alasan di Balik Peluncuran Buku Setir Kehidupan

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa buku Setir Kehidupan sengaja dihadirkan untuk membangkitkan semangat anak-anak yatim dan kaum muda. Ia berharap mereka tidak menyerah dalam mengejar impian, meski keadaan tampak sulit.

Menurutnya, hidup manusia tidak pernah bisa diramalkan sepenuhnya. Ia sendiri mengaku tak menyangka bisa berada di posisinya saat ini.

“Lewat buku ini kita belajar bahwa ternyata kehidupan ini berputar seperti roda dan kita tidak tau nasib kita kedepan. Saya juga tidak pernah menyangka akan menjadi bupati,” ujar Bupati Irwan.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan makna judul buku yang dipilih. “Setir” bukan sekadar simbol pekerjaan lamanya, tetapi juga gambaran bagaimana seseorang berusaha mengendalikan arah hidupnya.

baca juga  Bupati Lutim Gratiskan Biaya Kebersihan di Pasar Malindungi Sorowako

Pesan untuk Generasi Muda

Kehadiran buku ini diharapkan menjadi bekal moral bagi anak-anak yang tumbuh tanpa banyak fasilitas. Kisah nyata seringkali terasa lebih kuat karena pembaca bisa melihat buktinya secara langsung.