Kepala Daerah

Bupati Irwan Kerahkan TNI-Polri-BPBD di Apel Siaga Luwu Timur

×

Bupati Irwan Kerahkan TNI-Polri-BPBD di Apel Siaga Luwu Timur

Sebarkan artikel ini
apel siaga luwu timur
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Apel siaga Luwu Timur digelar di Lapangan Pendidikan Malili pada Rabu (19/8/2026), menghadirkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, hingga relawan kebencanaan. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam memimpin langsung kegiatan bertajuk Apel Siaga Kamtibmas dan Kebencanaan tersebut sembari meminta seluruh jajaran memperkuat pola kerja yang tidak reaktif, melainkan mengedepankan pencegahan sejak awal.

Poin Penting

  • Bupati Irwan Bachri Syam memimpin Apel Siaga Kamtibmas dan Kebencanaan di Lapangan Pendidikan Malili pada Rabu, 19 Agustus 2026.
  • Ratusan personel dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Tagana, PSC 119, Satpol PP, Fire Rescue PT Vale Indonesia, Komcad, hingga perangkat desa turut dilibatkan.
  • Bupati menekankan pentingnya pola kerja preventif dan responsif agar potensi konflik dan bencana dapat dicegah sejak dini.
  • Wakil Bupati Puspawati Husler, Kapolres AKBP Ario Putranto, dan Dandim Letkol Inf. Windra Sukma mendampingi jalannya apel.

Dalam amanatnya, Irwan menegaskan bahwa jajaran keamanan dan kebencanaan tidak boleh menunggu masalah membesar baru bertindak. “Saya meminta seluruh jajaran untuk tidak menunggu masalah datang baru bergerak. Bangun pola kerja yang preventif dan responsif,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Sinergi Banyak Instansi Jadi Kunci

Kegiatan ini melibatkan personel dari TNI, Kepolisian, BPBD, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Tagana Dinas Sosial, PSC 119, Satpol PP, Fire Rescue PT Vale Indonesia Tbk, Komcad, serta perangkat desa se-Kabupaten Luwu Timur. Banyaknya unsur yang turun langsung menunjukkan bagaimana pemerintah daerah berupaya membangun jaringan kesiapsiagaan yang menjangkau hampir seluruh sektor, mulai dari aparat keamanan negara sampai relawan di tingkat desa.

Baca juga: Kamtibmas Luwu Timur Diperkuat, 125 Kepala Desa Nyatakan Sikap, yang menunjukkan bagaimana peran perangkat desa terus dioptimalkan dalam menjaga ketertiban wilayah.

Menurut Irwan, potensi konflik di tengah masyarakat sebaiknya dikomunikasikan sebelum meluas, sementara potensi bencana wajib dimitigasi sebelum benar-benar terjadi. “Dan ketika bencana atau gangguan keamanan benar-benar terjadi, kita harus bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya.

Edukasi Warga Jadi Bagian dari Apel Siaga Luwu Timur

Selain menyiapkan personel dan peralatan, Bupati Irwan menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Ia menilai warga memiliki peran besar dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus mengurangi risiko saat bencana datang. “Masyarakat perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Edukasi harus terus dilakukan,” katanya.

Perhatian terhadap kesejahteraan petugas keamanan di tingkat bawah pun sejalan dengan langkah pemerintah daerah belakangan ini. Baca juga: Insentif Linmas Luwu Timur Melonjak Jadi Rp500 Ribu per Bulan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka menjaga ketertiban di lapangan.

Pengecekan Langsung di Lapangan

Usai memimpin apel, Irwan turun langsung memeriksa kesiapan personel dari setiap unsur yang hadir. Ia juga meninjau kondisi peralatan dan kendaraan operasional yang disiapkan untuk penanganan kondisi darurat, memastikan semuanya bisa langsung digunakan kapan saja dibutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, Irwan didampingi Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler, Kapolres Lutim AKBP Ario Putranto, Dandim 1403 Sawerigading Letkol Inf. Windra Sukma, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait. Kehadiran para pejabat lintas instansi ini menegaskan komitmen bersama untuk menjaga Luwu Timur tetap aman dan siap menghadapi berbagai kemungkinan, terutama di tengah cuaca yang belakangan cenderung ekstrem.

Melalui apel siaga ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur ingin memastikan bahwa kesiapsiagaan lintas sektor bukan sekadar slogan. Kolaborasi antarinstansi yang terus dilatih dan diuji diharapkan mampu memperkuat pencegahan sekaligus mempercepat respons ketika gangguan keamanan atau bencana benar-benar terjadi di wilayah ini. MI/AS

Sumber: Warta Lutim