Kepala Daerah

42 Produk Lahir dari KKN Unhas di 12 Desa Luwu Timur

×

42 Produk Lahir dari KKN Unhas di 12 Desa Luwu Timur

Sebarkan artikel ini
kkn unhas luwu timur
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Sebanyak 75 mahasiswa KKN Unhas Luwu Timur Gelombang 116 resmi dilepas kembali ke kampus setelah menuntaskan masa pengabdian selama beberapa pekan di 12 desa. Pelepasan berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati, Malili, Jumat (14/8/2026), dan dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aini Endis Anrika mewakili Bupati Luwu Timur. Selama bertugas, para mahasiswa mengangkat tema besar “Inovasi Daerah” yang diterjemahkan menjadi puluhan karya nyata di tengah masyarakat.

Poin Penting

  • Sebanyak 75 mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 resmi kembali ke kampus usai bertugas di 12 desa Luwu Timur.
  • Mahasiswa menghasilkan 42 produk nyata, 36 program penguatan kapasitas, dan sejumlah dokumen hilirisasi.
  • Pelepasan dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Aini Endis Anrika mewakili Bupati Luwu Timur.
  • Kerja sama KKN Unhas dengan Pemkab Luwu Timur dan PT Vale telah berjalan sembilan tahun.

Sebaran Lokasi dan Hasil Karya Mahasiswa

Ke-75 mahasiswa tersebut disebar ke tiga kecamatan yang mencakup 12 desa, yakni Balantang, Baruga, Laskap, Pasi-Pasi, Puncak Indah, Nikkel, Sorowako, Balambano, Ledu-Ledu, Parumpanai, Tabarano, dan Wasuponda. Di sanalah mereka merancang program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga, mulai dari pendampingan usaha kecil hingga penguatan tata kelola desa.

Catatan resmi menyebutkan capaian yang cukup signifikan untuk satu gelombang KKN, yaitu 42 produk tangible yang bisa langsung dimanfaatkan warga, 36 program penguatan kapasitas untuk aparat maupun kelompok masyarakat, serta sejumlah dokumen hilirisasi yang diharapkan menjadi acuan pengembangan lanjutan. Angka ini menggambarkan bagaimana program KKN Unhas di Luwu Timur tidak sekadar seremoni akademik, melainkan benar-benar menghasilkan sesuatu yang terpakai di lapangan.

Dukungan Pemkab dan Kolaborasi Sembilan Tahun dengan PT Vale

Dalam sambutannya, Aini Endis Anrika mengungkapkan bahwa kemitraan antara KKN Unhas, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan PT Vale sudah berlangsung selama sembilan tahun. Rentang waktu yang tidak singkat ini menunjukkan konsistensi ketiga pihak dalam merawat program yang dinilai memberi manfaat berkelanjutan bagi daerah.

“Kami berharap program ini terus berkelanjutan untuk mendukung inovasi di daerah,” kata Aini Endis Anrika.

Harapan tersebut sejalan dengan semangat Pemkab Luwu Timur yang selama ini gencar mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai sektor pembangunan. Bukan hanya lewat program KKN, geliat positif anak muda daerah ini juga terlihat pada capaian di bidang lain, seperti dua pelajar Malili yang mewakili Sulsel di O2SN Nasional 2026 dan 32 anggota Pramuka Luwu Timur yang berangkat ke Jamnas 2026 di Cibubur.

Manfaat KKN Unhas Luwu Timur bagi Masyarakat Desa

Program KKN semacam ini kerap menjadi jembatan antara ilmu yang dipelajari mahasiswa di kampus dengan persoalan konkret yang dihadapi warga desa. Bagi Luwu Timur, kehadiran mahasiswa Unhas selama sembilan tahun terakhir turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa, mulai dari administrasi, ekonomi kreatif, hingga pengelolaan potensi lokal.

Dengan berakhirnya masa tugas Gelombang 116, perhatian kini tertuju pada keberlanjutan program serta bagaimana 42 produk dan 36 program penguatan kapasitas yang telah dirintis dapat terus dijalankan oleh warga setempat. Jika pola kerja sama ini konsisten dipertahankan, Luwu Timur berpeluang menjadi salah satu daerah yang mengoptimalkan program KKN sebagai motor penggerak inovasi berbasis desa. MI/AS

Sumber: Warta Lutim