Teknologi

Krisis Chip Memori Global Bikin Apple Lirik CXMT China

×

Krisis Chip Memori Global Bikin Apple Lirik CXMT China

Sebarkan artikel ini
krisis pasokan chip memori
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Krisis pasokan chip memori membuat Apple mulai melirik pemasok baru dari China. Perusahaan asal Cupertino itu dilaporkan tengah menguji chip memori buatan CXMT, produsen chip terbesar di China berdasarkan nilai pasar, untuk digunakan pada sejumlah lini produknya. iPhone dan MacBook disebut menjadi perangkat yang tengah diuji coba dengan komponen tersebut.

Dikutip dari Reuters, laporan Wall Street Journal menyebut Apple sudah melakukan pembicaraan awal dengan CXMT soal kemungkinan pasokan komponen. Rencananya, chip tersebut akan dipakai pada sebagian perangkat yang dijual khusus di pasar China. Namun, baik Apple maupun CXMT belum memberikan tanggapan resmi atas kabar ini, dan Reuters sendiri belum bisa memverifikasi laporan tersebut secara independen.

Poin Penting

  • Apple dilaporkan menguji chip memori CXMT dari China untuk sebagian iPhone dan MacBook yang dijual di pasar China.
  • Langkah ini merespons kelangkaan komponen akibat lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan AI.
  • HP dan Acer disebut sudah lebih dulu memakai chip memori CXMT pada laptop yang dijual di luar Amerika Serikat.
  • Samsung Electronics memprediksi krisis chip semikonduktor berlanjut hingga 2028 dan telah mengunci kontrak pasokan jangka panjang dengan sepuluh operator pusat data besar.

Kenapa Apple Sampai Melirik Pemasok China?

Kelangkaan komponen bukan cerita baru di industri elektronik. Permintaan chip melonjak tajam seiring pesatnya pengembangan kecerdasan buatan (AI), sehingga pabrikan raksasa seperti Samsung dan SK Hynix kewalahan memenuhi order dari berbagai penjuru dunia. Apple, yang setiap tahun butuh jutaan unit chip memori untuk lini iPhone dan MacBook, ikut terdampak situasi ini.

Bagi Apple, menjajaki CXMT bukan sekadar soal harga murah. Ini juga strategi diversifikasi pemasok agar produksi tidak macet ketika pemasok utama kehabisan kapasitas. Langkah serupa sudah lebih dulu diambil dua produsen laptop, HP dan Acer, yang dikabarkan telah memakai chip memori CXMT pada perangkat yang dipasarkan di luar Amerika Serikat.

Dampak Krisis Pasokan Chip Memori ke Harga Gawai

Efek dari krisis pasokan chip memori ini sudah terasa di kantong konsumen. Harga sejumlah perangkat, mulai dari laptop hingga ponsel pintar, ikut terkerek naik akibat komponen yang makin sulit didapat. Situasi ini membuat produsen gawai berlomba mencari alternatif pemasok demi menjaga stabilitas produksi dan harga jual.

Baca juga: Teleportasi Kuantum: Dari Star Trek ke Orbit Bumi 2017, contoh lain bagaimana teknologi terus berpacu menjawab tantangan zaman.

Samsung Ramal Krisis Berlanjut sampai 2028

Sinyal bahwa kelangkaan ini belum akan usai dalam waktu dekat datang dari Samsung Electronics. Produsen chip memori terbesar di dunia itu memperkirakan krisis semikonduktor global akan makin parah dan berlangsung hingga 2028, seiring tingginya kebutuhan chip untuk pusat data AI.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Samsung mengumumkan perjanjian pasokan jangka panjang dengan lima operator pusat data terbesar di dunia, dan sedang mendekati kesepakatan dengan lima perusahaan besar lainnya. Namun, identitas para mitra tersebut belum diungkap ke publik.

“Hampir semua pelanggan meminta kontrak pasokan selama beberapa tahun,” kata Wakil Presiden Eksekutif Bisnis Memori Samsung, Jaejune Kim, dalam panggilan laporan keuangan, Kamis (30/7), dikutip dari Reuters.

Samsung memperkirakan kontrak jangka panjang tersebut bakal menyerap sekitar dua pertiga dari total produksi memorinya. Angka ini menunjukkan betapa besarnya tekanan permintaan yang harus ditanggung industri chip saat ini.

Kesimpulan

Uji coba chip memori CXMT oleh Apple menjadi bukti nyata betapa seriusnya dampak krisis pasokan chip memori terhadap rantai produksi elektronik global. Dari Apple, HP, hingga Acer, produsen besar kini terpaksa mencari jalan pintas demi menjaga produksi tetap berjalan. Selama permintaan chip untuk AI terus melonjak, konsumen kemungkinan masih harus bersiap menghadapi harga gawai yang belum akan turun dalam waktu dekat. MI/AS

Sumber: teknologi