Teknologi

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Kenapa Bisa Terjadi?

×

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Kenapa Bisa Terjadi?

Sebarkan artikel ini
gerhana matahari total
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Gerhana matahari total akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, dan menjadi salah satu peristiwa langit paling ditunggu tahun ini. Fenomena langka ini hanya muncul ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berbaris nyaris sempurna dalam satu garis lurus. Warga di beberapa negara belahan bumi utara akan punya kesempatan menyaksikan langit siang berubah gelap selama beberapa menit.

Poin Penting

  • Gerhana matahari total 12 Agustus 2026 hanya bisa disaksikan penuh di jalur umbra yang lebarnya kurang dari 80 kilometer.
  • Fenomena ini terjadi karena kebetulan ukuran dan jarak Matahari-Bulan yang membuat keduanya tampak sama besar dari Bumi.
  • Spanyol, termasuk Galicia, Asturias, Castile and León, Aragon, dan Kepulauan Balearic, masuk jalur totalitas penuh.
  • Inggris Raya, Prancis, Jerman, Italia, negara Skandinavia, Maroko, Aljazair, hingga New York dan Boston hanya akan melihat gerhana sebagian.

Kenapa Gerhana Matahari Total Bisa Terjadi

Peristiwa ini hanya muncul saat fase Bulan baru, ketika Bulan berada di sisi yang sama dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Namun tidak semua Bulan baru menghasilkan gerhana. Orbit Bulan miring sekitar lima derajat dari bidang ekliptika Bumi, sehingga biasanya Bulan lewat sedikit di atas atau di bawah Matahari.

Gerhana baru mungkin terjadi saat Bulan baru melintasi bidang ekliptika, periode yang disebut musim gerhana. Momen ini terjadi dua kali setahun dan membuka peluang munculnya gerhana matahari maupun gerhana bulan. Saat ketiganya benar-benar segaris, bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi.

Yang membuat gerhana matahari total mungkin terjadi adalah kebetulan kosmis: diameter Matahari sekitar 400 kali lebih besar dari Bulan, tapi jaraknya ke Bumi juga sekitar 400 kali lebih jauh dibanding Bulan. Perbandingan itu membuat keduanya tampak berukuran hampir sama dari Bumi, sehingga Bulan bisa menutupi seluruh piringan Matahari.

Umbra, Penumbra, dan Jalur Totalitas

Bayangan Bulan terbagi menjadi dua bagian utama saat gerhana berlangsung. Bagian inti yang disebut umbra menghasilkan gerhana total bagi pengamat yang berada tepat di jalurnya. Wilayah di luar umbra hanya kebagian penumbra, yang membuat mereka hanya melihat gerhana sebagian.

Jalur umbra di permukaan Bumi tergolong sempit, umumnya kurang dari 80 kilometer. Sebaliknya, penumbra bisa membentang hingga ribuan kilometer sehingga wilayah yang mengalami gerhana sebagian jauh lebih luas. Karena Bumi berputar dan Bulan terus bergerak, bayangan ini melintas membentuk apa yang dikenal sebagai path of totality atau jalur totalitas.

Tahapan Gerhana Matahari Total

Prosesnya dimulai ketika tepi Bulan mulai menutupi Matahari, membuat bentuknya perlahan menyerupai sabit. Menjelang totalitas, cahaya Matahari masih menembus lembah di permukaan Bulan sehingga tampak seperti titik-titik cahaya kecil, fenomena yang dikenal sebagai Baily’s Beads.

Setelah itu muncul diamond ring effect, cahaya tersisa yang tampak seperti berlian pada cincin tipis, biasanya hanya berlangsung beberapa detik. Begitu totalitas dimulai, langit gelap, bintang mulai terlihat, dan korona Matahari, atmosfer luar yang menyerupai mahkota cahaya, dapat diamati langsung. Baca juga: MI/AS

Sumber: Antara News