Merekamindonesia – Presiden Prabowo Subianto melantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) angkatan ke-XXXIII di Lapangan Parade, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7). Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan calon aparatur negara untuk selalu hadir ketika rakyat mengalami kesulitan.
Poin Penting
- Prabowo melantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN angkatan ke-XXXIII di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Rabu (29/7).
- Presiden menekankan pamong praja harus menjadi pelita harapan dan tonggak dukungan saat rakyat menghadapi kesulitan.
- Kehormatan aparatur negara diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan dari kedudukan atau pangkat.
- Sebelum dilantik, angkatan ke-XXXIII sudah ikut turun langsung membantu penanganan bencana di Aceh selama satu bulan.
Pamong Praja Harus Hadir di Tengah Kesulitan
Pelantikan ini menandai awal dari tugas berat yang menanti. Prabowo mengatakan kepada wartawan, Rabu (29/7), bahwa generasi pamong praja ini telah memilih siap berkorban jiwa dan raga untuk NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
“Saudara-saudara anak-anakku semua kalian telah memilih siap berkorban jiwa dan raga untuk NKRI, hidupmu penuh dengan tuntutan dari bangsa dan negara,” ujarnya membuka amanat kepada mereka yang baru dilantik.
Prabowo menekankan bahwa posisi sebagai pamong praja bukanlah sekadar pengakuan status. Tugas utama adalah melayani dan mengayomi masyarakat yang membutuhkan. “Saudara harus menjadi pamong praja yang hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan. Saudara harus menjadi pelita harapan, saudara harus menjadi tonggak dukungan dan kepemimpinan sebagai masyarakat,” tuturnya dengan penuh penekanan.
Manfaat Bagi Masyarakat, Bukan Jabatan
Hal yang membedakan seorang pamong praja sejati, kata Presiden, adalah manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Jabatan dan pangkat tidak mengukur kehormatan seorang aparatur negara.
“Saudara-saudara menjadi pamong praja bukan sekadar menyandang pangkat atau jabatan, kehormatan seorang aparatur negara tidak diukur dari kedudukannya tapi seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Saudara adalah pelayan rakyat, saudara harus melayani melindungi, dan mengayomi masyarakat,” jelasnya.
Dengan komitmen tersebut, aparatur negara diharapkan dapat membangun toleransi dan kerukunan dalam masyarakat yang lebih luas, menciptakan kepercayaan melalui pelayanan yang konsisten dan responsif.
Dedikasi Nyata di Aceh Sebelum Dilantik
Prabowo juga memberikan apresiasi khusus kepada angkatan ke-XXXIII karena telah membuktikan komitmen mereka bahkan sebelum dilantik secara resmi. Mereka turun langsung membantu penanganan bencana di Aceh.
“Saudara adalah angkatan yang telah ikut turun langsung selama satu bulan membantu menangani bencana di Aceh, sebelum saudara dilantik, saudara sudah dituntut untuk bekerja membantu rakyat di saat rakyat menghadapi kesulitan,” imbuh Prabowo sebagai pengakuan atas dedikasi mereka.
Kesediaan mereka untuk langsung membantu rakyat dalam situasi darurat menunjukkan bahwa komitmen untuk melayani bukan hanya slogan, melainkan aksi nyata. Ini menjadi contoh konkret dari apa yang diharapkan Presiden dari setiap pamong praja hadir dengan penuh tanggung jawab di berbagai daerah di seluruh nusantara.
Pungkasnya, Prabowo menekankan kembali bahwa tugas pamong praja adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan dan pengayoman yang konsisten serta responsif terhadap kebutuhan mereka yang sesungguhnya. Komitmen ini menjadi fondasi dalam memastikan bahwa setiap pemimpin lokal dapat menjadi teladan dalam mengembangkan aparatur negara yang bermakna. MI/AS
Sumber: nasional












