Berita

Di Tangan Ibas–Puspa, Sektor Pertanian Luwu Timur Cetak Rekor Baru

×

Di Tangan Ibas–Puspa, Sektor Pertanian Luwu Timur Cetak Rekor Baru

Sebarkan artikel ini

merekamindonesia.com – Kinerja sektor pertanian di Kabupaten Luwu Timur menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan Irwan Bachri Syam dan Puspawati Husler (Ibas–Puspa), pertumbuhan ekonomi pertanian pada tahun 2025 mencapai angka 5,53 persen, berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS). Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 2021.

 

Lonjakan tersebut sekaligus menandai pemulihan sektor pertanian setelah sempat mengalami perlambatan. Pada 2021, pertumbuhan tercatat sebesar 4,19 persen, kemudian turun drastis menjadi 1,65 persen di 2022 dan kembali melemah ke 1,19 persen pada 2023. Tren positif mulai terlihat pada 2024 dengan kenaikan ke 3,25 persen, hingga akhirnya melonjak tajam pada 2025.

 

Peningkatan ini dinilai tidak lepas dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas dalam pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Berbagai program yang dijalankan difokuskan untuk mendukung kebutuhan petani, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga penguatan kelembagaan.

 

Dampak dari pertumbuhan ini turut dirasakan langsung oleh para petani. Produktivitas yang meningkat berbanding lurus dengan peluang keuntungan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

Selain mendorong peningkatan produksi, pemerintah daerah juga berupaya menjaga kestabilan harga hasil panen, khususnya gabah. Upaya ini dilakukan untuk melindungi petani dari fluktuasi harga dan praktik permainan oleh tengkulak yang kerap terjadi saat musim panen raya.

 

Keberhasilan ini juga didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, termasuk dalam penyediaan lahan serta pembangunan infrastruktur penunjang pertanian. Pemerintah daerah turut mengembangkan sektor hilir melalui program unggulan seperti Pandu Desa Juara, yang menghadirkan fasilitas pengolahan hasil pertanian, mulai dari pabrik beras, pabrik cokelat, hingga unit pengemasan hasil perikanan dan buah.

 

Dengan berbagai strategi tersebut, sektor pertanian di Luwu Timur diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan dan semakin memperkuat perannya sebagai tulang punggung perekonomian daerah. (AS)