Asriani, Sekretaris TP PKK Luwu Timur, menekankan bahwa narkoba bukan hanya sekadar ancaman abstrak tetapi realitas konkret yang mengintai pergaulan anak-anak muda saat ini. “Sosialisasi ini kami lakukan karena narkoba merupakan musuh yang sangat berbahaya. PKK akan terus bersinergi dengan sekolah dan instansi terkait agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan terhindar dari bahaya narkoba,” jelasnya dengan penuh tanggung jawab.
Asriani juga menyampaikan harapan agar pelajar Luwu Timur mampu menunjukkan karakter sebagai generasi yang cerdas, berjiwa kuat, dan berani menolak pengaruh narkoba. “Harapan kami, setelah sosialisasi ini, pelajar Luwu Timur dapat membuktikan bahwa mereka adalah generasi yang cerdas, berkarakter, dan berani mengatakan tidak pada narkoba,” ujarnya.
Baca juga: Edukasi Antinarkoba Pelajar di Luwu Timur Berhasil Dituntaskan
Jangkauan dan Fase Pelaksanaan Program
Sosialisasi pencegahan narkoba ini akan berlangsung selama dua hari dengan cakupan geografis yang luas. Pada fase pertama (Zona 1), kegiatan menjangkau pelajar SMA sederajat dari delapan kecamatan, yaitu Burau, Wotu, Mangkutana, Tomoni, Tomoni Timur, Kalaena, dan Angkona. Struktur zonasi ini memastikan setiap wilayah di Luwu Timur mendapat kesempatan yang sama untuk menerima edukasi dan pemahaman tentang perlindungan dari ancaman narkoba.
Dengan dukungan dari Polri melalui Nasruddin, S.H., M.H., dan Kejaksaan Negeri Luwu Timur melalui Andi Muhammad Ryas Yunus, S.H., M.Kn., para pemateri memberikan pengetahuan hukum dan praktis yang relevan bagi pelajar. Kehadiran dua institusi penegak hukum ini menunjukkan seriusnya upaya pemerintah daerah dalam mengedukasi generasi muda tentang konsekuensi hukum dan dampak kesehatan dari penyalahgunaan narkoba. MI/AS
Sumber: Warta Lutim






