Breaking News

Refleksi Sumpah Pemuda ke-98, Rusdi Layong, S.T., M.Si. Ingatkan Pentingnya Menjadi Pemuda Yang Berkelas dengan Otak Kritis dan Hati Etis

×

Refleksi Sumpah Pemuda ke-98, Rusdi Layong, S.T., M.Si. Ingatkan Pentingnya Menjadi Pemuda Yang Berkelas dengan Otak Kritis dan Hati Etis

Sebarkan artikel ini
Refleksi Sumpah Pemuda ke-98, Rusdi Layong, S.T., M.Si. Ingatkan Pentingnya Menjadi Pemuda Yang Berkelas dengan Otak Kritis dan Hati Etis
Dok. Merekam Indonesia

Dalam momentum tersebut, Rusdi merumuskan sebuah formula baru untuk pemuda Luwu Raya. Formula itu adalah: Otak Kritis dan Hati Etis, yang bermakna pemuda yang berkelas.

Pertama, Otak Kritis. Rusdi meminta pemuda untuk tidak alergi terhadap data lokal. Generasi muda ditantang agar menguasai persoalan di daerahnya sendiri, mulai dari angka pengangguran hingga potensi kakao, rumput laut, dan nikel, sebelum menyampaikan kritik.

Kedua, Hati Etis. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak menggadaikan etika demi jabatan, proyek, atau sekadar jumlah like di media sosial. Jabatan akan habis, proyek akan selesai, namun nama baik akan tetap dikenang.

Ketiga, Tangan Produktif. Setelah memiliki otak yang kritis dan hati yang etis, pemuda harus bergerak dengan tangan yang produktif. Tidak cukup hanya mengkritik jalan yang rusak, tetapi harus ikut terlibat dalam gerakan perbaikan.

“Jika Sumpah Pemuda 1928 menyatukan kita dengan Bahasa Indonesia, maka Sumpah Pemuda 2026 harus menyatukan kita dengan karya dan etika. Jangan kejar viral, kejarlah nilai. Viral itu sementara, nilai itu abadi,” tutup Rusdi.

Refleksi tersebut menjadi pengingat bahwa tugas pemuda hari ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan menjaga kewarasan bangsa di tengah kebisingan informasi.

Mi/And

Menemukan kekeliruan dalam berita ini? Sampaikan koreksi atau hak jawab.