Luwu Timur – Program pemberian Tunjangan Hari Tua bagi lanjut usia (lansia) di Kabupaten Luwu Timur akhirnya terwujud. Pada Kamis (30/10/2025), sebanyak 3.000 warga lansia berusia 60 tahun ke atas resmi menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp1 juta per bulan.
Meski masih dalam tahap uji coba, kebahagiaan dan haru para penerima manfaat tak terbendung. Pasalnya, pada tahap awal ini para lansia langsung menerima bantuan selama dua bulan, yakni September–Oktober 2025, dengan total Rp2 juta secara tunai.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di halaman Kantor Bupati Luwu Timur, Malili. Sejumlah lansia penerima manfaat hadir langsung dalam acara tersebut, sementara penyaluran selanjutnya akan dilakukan di masing-masing kecamatan.
Program bantuan lansia ini merupakan program unggulan pasangan Irwan Bachri Syam–Hj. Puspawati Husler saat Pilkada 2024. Meski baru sekitar delapan bulan menjabat, Bupati Luwu Timur mulai merealisasikan janji politik tersebut secara bertahap.
Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan penghargaan pemerintah daerah kepada para orang tua yang telah berjasa membangun daerah.
“Hari ini Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyalurkan tunjangan bagi orang tua kita. Langsung kami bayarkan dua bulan, September dan Oktober 2025, sebesar Rp2 juta untuk setiap lansia,” ujar Irwan.
Ia menegaskan, hingga saat ini Kabupaten Luwu Timur menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki program bantuan khusus lansia dengan nilai bantuan yang dinilai paling besar dibandingkan bantuan sosial lainnya. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Selain penyerahan uang tunai, Pemkab Luwu Timur juga menyerahkan kartu ATM dan buku tabungan lansia. Seluruh proses pembukaan rekening diurus oleh Dinas Sosial. Irwan juga memastikan bahwa jumlah penerima bantuan akan bertambah pada tahun mendatang, sesuai hasil verifikasi data.
Acara penyerahan bantuan lansia tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pimpinan OPD, para camat dan kepala desa, serta para lansia penerima manfaat. /Mi












