Merekamindonesia – Penertiban Bukit Laoli di Desa Lampia, Kecamatan Malili, Luwu Timur, menyisakan tanda tanya bagi Rukmini, petugas pendata Badan Pusat Statistik (BPS) yang berdomisili di Desa Harapan, Lampia. Ia mengaku heran melihat video dan dokumentasi yang menunjukkan banyak ibu-ibu berada di lokasi saat Pemerintah Daerah Luwu Timur melakukan penertiban aset pada Kamis, 30 Juli 2026. Selama ini, kata Rukmini, ia tidak pernah menjumpai sosok-sosok tersebut ketika bertugas mendata di kawasan kebun Laoli.
Kesaksian Petugas BPS Soal Situasi di Bukit Laoli
Rukmini menuturkan, dirinya kerap masuk ke rumah-rumah kebun di Laoli untuk keperluan pendataan. Namun sepanjang aktivitasnya di lapangan, ia hanya bertemu dengan Iwan dan rekan-rekannya, bukan rombongan ibu-ibu yang belakangan tampak di rekaman video penertiban.
“Kok banyak ibu-ibu yang tiba-tiba muncul, padahal saya sering ke sana mendata di rumah kebun di Laoli, saya tidak pernah lihat ibu-ibu, kok tiba-tiba banyak muncul, dari mana mereka,” ujar Rukmini.
Ia menegaskan kembali bahwa selama ini hanya Iwan Cs yang biasa ditemuinya di lokasi tersebut. “Tidak ada ibu-ibu, kok tiba-tiba banyak saat Pemda masuk melakukan penertiban dan pengosongan, mereka ini dari mana,” katanya, masih dengan nada keheranan.
Pengosongan Sejalan dengan Rekomendasi Komnas HAM
Langkah pengosongan di Bukit Laoli, Lampia, disebut sejalan dengan rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Penertiban semacam ini biasanya ditempuh setelah proses kajian panjang agar hak-hak semua pihak tetap terjaga, termasuk kepentingan pembangunan yang lebih luas bagi daerah.
Di sisi lain, dinamika di lapangan turut mewarnai proses tersebut. Masyarakat Lampia bahkan sempat turun ke jalan untuk menyampaikan sikap, mengecam oknum yang dinilai berupaya menggagalkan proyek strategis nasional (PSN) yang digadang-gadang membawa manfaat jangka panjang bagi wilayah Luwu Timur.
Luwu Timur dan Dukungan terhadap Proyek Strategis
Dukungan warga terhadap PSN mencerminkan harapan besar masyarakat Luwu Timur akan percepatan pembangunan di daerah mereka. Berbagai proyek strategis kerap membawa dampak positif, mulai dari terbukanya lapangan kerja hingga perbaikan infrastruktur yang selama ini dinanti warga sekitar.
Baca juga: Kecelakaan Maut Cerekang Malili, Dua Pelajar SMP Tewas Seketika, salah satu peristiwa lain yang juga terjadi di wilayah Malili dan menjadi perhatian warga setempat.
Sebagai daerah yang terus bertumbuh, Luwu Timur juga aktif membenahi berbagai sektor, termasuk pembinaan generasi muda seperti yang tercermin dalam Diklat Paskibraka Lutim: 70 Calon Digembleng Jadi Pemimpin Masa Depan. Semangat pembangunan semacam ini menjadi konteks penting di balik proses pengosongan Bukit Laoli, yang diharapkan berjalan tertib demi kepentingan bersama.
Poin Penting
- Petugas pendata BPS Rukmini heran melihat banyak ibu-ibu muncul mendadak saat penertiban aset di Bukit Laoli, Lampia, Malili, Kamis (30/7/2026).
- Selama bertugas mendata di kebun Laoli, Rukmini mengaku hanya pernah menjumpai Iwan Cs, tanpa ada ibu-ibu di lokasi.
- Penertiban Bukit Laoli berlangsung sejalan dengan rekomendasi Komnas HAM dan disebut mendukung kelancaran proyek strategis nasional (PSN).
- Warga Lampia turun ke jalan menyuarakan dukungan terhadap penertiban dan mengecam pihak yang dianggap ingin menggagalkan PSN.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa transparansi di lapangan penting dijaga agar proses penertiban Bukit Laoli tetap dipercaya publik. Pemerintah daerah maupun warga sama-sama berharap agenda pembangunan di Lampia dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kegaduhan baru. MI/AS
Sumber: bilikfakta.id












