Berita

Strategi Luwu Timur Menuju Kabupaten Layak Anak 2026: Perkuat Sinergi dan Implementasi Lima Klaster Utama

×

Strategi Luwu Timur Menuju Kabupaten Layak Anak 2026: Perkuat Sinergi dan Implementasi Lima Klaster Utama

Sebarkan artikel ini

merekamindonesia.com – Luwu Timur Akselerasi Persiapan Kabupaten Layak Anak 2026Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim) terus menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang generasi muda. Melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Pemkab Lutim menggelar Rapat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) di Aula Kantor Bapperida pada Kamis (26/02/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mempertajam capaian pada lima klaster utama yang menjadi indikator penilaian KLA. Fokus utama mencakup hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta pemanfaatan waktu luang, hingga perlindungan khusus bagi anak.

Optimalisasi Lima Klaster dan Tanggung Jawab KolektifSekretaris Daerah (Sekda) Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, yang memimpin rapat mewakili Bupati, menegaskan bahwa setiap anggota gugus tugas harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Ia menginstruksikan agar seluruh data dan formulir penilaian KLA diisi dengan tingkat ketelitian yang maksimal. “Seluruh capaian harus difinalisasi sebelum memasuki bulan September. Penilaian akan dilakukan langsung oleh tim pusat, sehingga setiap OPD yang tergabung dalam gugus tugas wajib bertanggung jawab penuh atas beban kerja di klasternya masing-masing,” ujar Dr. Ramadhan.

Penguatan Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai PrioritasSalah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut adalah penguatan Sekolah Ramah Anak (SRA). Berdasarkan evaluasi administrasi tahun sebelumnya, sekolah-sekolah di Luwu Timur diwajibkan untuk melengkapi berbagai dokumen pendukung. Hal ini mencakup bukti pelatihan bagi tenaga pendidik mengenai hak anak, penyediaan mekanisme pengaduan kasus yang transparan, serta dokumentasi penanganan kasus yang akurat dan akuntabel. Langkah ini diambil untuk memastikan sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang aman bagi anak.

baca juga  Tujuh THM di Mangkutana Disegel, Satpol PP Tegaskan Komitmen Jaga Ketertiban