Merekamindonesia – Rencana perjalanan Paskibraka Luwu Timur Yogyakarta diumumkan langsung oleh Bupati Irwan Bachri Syam sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengumuman ini disampaikan pada Malam Resepsi Kenegaraan di Lapangan Pendidikan Malili, Senin (17/8/2026). Selain jalan-jalan ke luar Sulawesi, setiap anggota juga dijanjikan uang saku sebagai tanda terima kasih pemerintah daerah.
Poin Penting
- Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengapresiasi 70 anggota Paskibraka yang sukses mengibarkan dan menurunkan bendera pada HUT RI ke-81.
- Sebagai penghargaan, Paskibraka beserta pelatih dan petugas medis akan diajak berwisata ke Yogyakarta plus mendapat uang saku.
- Pengumuman disampaikan pada Malam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 RI di Lapangan Pendidikan Malili, Senin (17/8/2026).
- 70 anggota Paskibraka, terdiri dari 40 laki-laki dan 30 perempuan, menjalani karantina dan latihan selama 20 hari sebelum bertugas.
Apresiasi untuk Kerja Keras Paskibraka Luwu Timur
Dalam sambutannya, Irwan Bachri Syam menyebut tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Saka Merah Putih bukan pekerjaan ringan. Ia menilai keberhasilan tersebut sebagai prestasi luar biasa yang lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh anggota. “Anak-anak kita telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang tidak kecil. Ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ujar Bupati Irwan.
Bupati juga menyoroti peran keluarga dalam mendukung anak-anak mereka selama proses persiapan hingga hari pelaksanaan. Menurutnya, doa dan dukungan orang tua menjadi salah satu fondasi penting di balik kesuksesan tugas kenegaraan tersebut. Momen ini sekaligus menegaskan bagaimana pengukuhan Paskibraka Lutim beberapa waktu sebelumnya membuahkan hasil yang membanggakan bagi daerah.
Hadiah Wisata Paskibraka Luwu Timur Yogyakarta dan Uang Saku
Selain uang saku, hadiah perjalanan wisata ke Yogyakarta juga akan dinikmati bersama para pelatih dan petugas medis yang mendampingi Paskibraka sepanjang masa persiapan. Bupati Irwan menyebut, penghargaan ini pantas diberikan mengingat beban tugas yang diemban para pelajar tersebut tidak ringan. “Ini sebagai bentuk apresiasi kita kepada anak-anak yang luar biasa, yang telah mengemban tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan sebagai pengibar dan penurun bendera pada HUT ke-81 RI,” ungkapnya.
Baca juga: Penurunan Bendera Merah Putih di Malili Bikin Paskibraka Menangis, momen haru yang menutup rangkaian tugas mereka di Lapangan Pendidikan Malili.
20 Hari Karantina Sebelum Bertugas
Sebanyak 70 anggota Paskibraka Luwu Timur, yang terdiri dari 40 laki-laki dan 30 perempuan, merupakan perwakilan pelajar dari berbagai SMA dan MA di kabupaten tersebut. Sebelum bertugas, mereka menjalani masa karantina dan latihan intensif selama 20 hari, terhitung sejak 31 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Selama periode karantina, para peserta dibina agar siap secara fisik, mental, dan kedisiplinan. Latihan kekompakan dan teknik pengibaran bendera juga menjadi bagian penting dari kurikulum tersebut, sehingga saat hari H tiba, seluruh anggota tampil rapi dan penuh percaya diri di hadapan warga Luwu Timur.
Dampak Positif bagi Generasi Muda Luwu Timur
Penghargaan liburan Paskibraka Luwu Timur Yogyakarta ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah berupaya menghargai kontribusi generasi muda dalam kegiatan kenegaraan. Langkah semacam ini diharapkan dapat memacu semangat pelajar lain di Luwu Timur untuk turut berprestasi dan terlibat aktif dalam kegiatan kebangsaan di masa mendatang. MI/AS
Sumber: Warta Lutim












