Kepala Daerah

Desain Kantor Desa Ledu-Ledu Digarap Mahasiswa KKN Unhas

×

Desain Kantor Desa Ledu-Ledu Digarap Mahasiswa KKN Unhas

Sebarkan artikel ini
desain kantor desa ledu-ledu
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Desain kantor desa Ledu-Ledu kini punya wajah baru di atas kertas kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin. Muhammad Fadhil Ra’is, mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Unhas, merampungkan rancangan ulang Kantor Desa Ledu-Ledu, Kabupaten Luwu Timur, pada Kamis (13/8/2026). Karya ini lahir dari program kerja individu bertajuk “Optimalisasi Tata Ulang Lanskap & Kantor Desa Ledu-Ledu sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik”.

Poin Penting

  • Muhammad Fadhil Ra’is, mahasiswa Teknik Arsitektur Unhas, mendesain ulang Kantor Desa Ledu-Ledu, Luwu Timur pada Kamis (13/8/2026).
  • Program bertajuk Optimalisasi Tata Ulang Lanskap dan Kantor Desa Ledu-Ledu ini merupakan program kerja individu dalam rangkaian KKN.
  • Hasil kerja mencakup masterplan serta panduan penataan interior, sirkulasi, proteksi kebakaran, hingga lanskap sekitar kantor desa.
  • Panduan ini diharapkan menjadi acuan Pemerintah Desa Ledu-Ledu saat merenovasi atau menata ulang kantornya di masa depan.

Latar Belakang Program Desain Kantor Desa Ledu-Ledu

Program ini digagas Fadhil sebagai respons atas kondisi Kantor Desa Ledu-Ledu yang selama ini belum tertata secara optimal, baik dari sisi tata ruang dalam maupun lingkungan sekitarnya. Sebagai mahasiswa arsitektur, ia melihat celah tersebut sebagai peluang untuk memberikan kontribusi nyata melalui keilmuan yang dipelajarinya di bangku kuliah. Baginya, kantor desa bukan sekadar bangunan administratif, melainkan wajah pelayanan publik yang setiap hari berinteraksi langsung dengan warga.

Program kerja individu semacam ini menjadi salah satu ciri khas pelaksanaan KKN Unhas, di mana setiap mahasiswa didorong menyusun solusi konkret sesuai bidang keilmuannya masing-masing. Semangat ini sejalan dengan capaian KKN Unhas di Luwu Timur secara lebih luas, sebagaimana diulas dalam artikel 42 Produk Lahir dari KKN Unhas di 12 Desa Luwu Timur, yang menunjukkan beragam inovasi mahasiswa di berbagai desa binaan.

Detail Desain Kantor Desa Ledu-Ledu

Karya Fadhil tidak berhenti pada gambar tiga dimensi semata. Ia menyusun masterplan lengkap sekaligus panduan teknis yang bisa dipakai kapan saja jika Kantor Desa Ledu-Ledu direnovasi. Panduan itu mengatur kebutuhan ruang, sirkulasi antarbagian, hingga akses yang memudahkan warga maupun aparat desa bergerak tanpa hambatan.

Aspek yang biasanya luput dari perencanaan bangunan pemerintahan desa justru mendapat perhatian khusus. Sistem proteksi kebakaran, pencahayaan, dan penghawaan turut dihitung agar kantor desa nyaman digunakan setiap hari. Menurutnya, ruang publik seperti kantor desa memang wajib memperhitungkan aspek keselamatan karena selalu ramai dikunjungi masyarakat.

Tidak hanya soal keamanan fisik, penataan ruang kerja pegawai desa juga turut dipikirkan agar alur pelayanan kepada warga menjadi lebih efisien. Dengan tata letak ruang yang lebih terstruktur, diharapkan waktu tunggu warga saat mengurus dokumen atau keperluan administrasi lain dapat berkurang secara signifikan.

Lanskap Ramah Warga jadi Prioritas

Selain interior, Fadhil juga merancang pedoman penataan lanskap di sekitar bangunan. Ia menaruh perhatian pada taman, jalur pejalan kaki, sirkulasi kendaraan, dan area parkir agar tidak lagi semrawut. Penataan ini diharapkan membuat lingkungan Kantor Desa Ledu-Ledu tampak lebih rapi, sejuk, dan tidak monoton seperti sebelumnya.

Konsep lanskap yang ramah warga ini juga mempertimbangkan aksesibilitas bagi lansia, penyandang disabilitas, hingga anak-anak yang kerap ikut menemani orang tua mengurus keperluan di kantor desa. Dengan begitu, ruang publik ini dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa hambatan berarti.

Manfaat Jangka Panjang bagi Pelayanan Publik

Kehadiran masterplan dan panduan teknis ini diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen arsip, melainkan benar-benar dijadikan acuan oleh Pemerintah Desa Ledu-Ledu ketika suatu saat melakukan renovasi atau pembangunan ulang kantor desa. Upaya semacam ini sejalan dengan berbagai inisiatif peningkatan kualitas pelayanan publik di Luwu Timur, sebagaimana pernah diulas dalam Gerai PTSP Luwu Timur Dicek di 3 Kecamatan, Ini Hasilnya, yang juga menyoroti pentingnya fasilitas pelayanan yang representatif bagi masyarakat.

Melalui program ini, Fadhil berharap kontribusinya dapat memberi dampak jangka panjang, bukan hanya bagi kenyamanan aparat desa dalam bekerja, tetapi juga bagi kualitas layanan yang diterima warga Ledu-Ledu secara keseluruhan. MI/AS

Sumber: Tribun-timur.com