Merekamindonesia – Aksi donor darah Luwu Timur yang digelar di Kecamatan Burau berhasil mengumpulkan 20 kantong darah pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan ini terwujud berkat kerja sama antara Palang Merah Indonesia (PMI) Luwu Timur dan tim medis dari Rumah Sakit I Lagaligo Wotu. Hasil ini menambah stok darah yang dibutuhkan untuk layanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Poin Penting
- Kegiatan donor darah digelar di Burau, Sabtu (8 Agustus 2026), hasil kerja sama PMI Luwu Timur dan RS I Lagaligo Wotu.
- Sebanyak 23 orang mendaftar, namun hanya 20 yang lolos syarat medis untuk mendonorkan darah.
- Tiga calon pendonor gagal lolos screening karena kadar hemoglobin (HB) yang terlalu tinggi atau rendah.
- Kegiatan dilaksanakan pagi hari, tepat setelah program Sabtu Sehat Juara berlangsung.
Donor Darah Luwu Timur: Kerja Sama PMI dan RS Wotu Jadi Kunci
Kolaborasi antara PMI Luwu Timur dan RS I Lagaligo Wotu bukan sekadar formalitas. Kehadiran tim medis dari rumah sakit membuat proses screening kesehatan calon pendonor berjalan lebih cepat dan akurat. Warga yang datang pun tidak perlu khawatir soal kualitas pemeriksaan sebelum darah mereka diambil.
Momentum kegiatan ini juga dipilih dengan cermat. Acara donor darah dilangsungkan sejak pagi, tepat setelah rangkaian Sabtu Sehat Juara usai digelar. Warga yang sebelumnya berolahraga bersama langsung diarahkan untuk mengikuti pendaftaran donor, sehingga partisipasi masyarakat pun tergolong tinggi.
23 Pendaftar, 20 Lolos Syarat Medis
Dari 23 orang yang mendaftar untuk mendonorkan darahnya, hanya 20 orang yang akhirnya dinyatakan memenuhi syarat. Tiga calon pendonor lainnya harus mengurungkan niat karena hasil screening menunjukkan kadar hemoglobin (HB) mereka berada di luar batas aman, ada yang terlalu tinggi dan ada pula yang terlalu rendah.
Kondisi ini sebenarnya lumrah terjadi dalam kegiatan donor darah di mana pun. Prosedur screening memang dirancang ketat demi keselamatan pendonor sekaligus menjaga kualitas darah yang akan disalurkan kepada pasien yang membutuhkan.
Manfaat Nyata bagi Layanan Kesehatan Daerah
Setiap kantong darah yang terkumpul dari kegiatan seperti ini memiliki dampak langsung bagi layanan kesehatan di Luwu Timur. Stok darah yang cukup membantu rumah sakit menangani kondisi darurat, mulai dari operasi hingga penanganan pasien dengan kebutuhan transfusi mendesak.
Kegiatan kemanusiaan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin. Semakin banyak warga yang terlibat, semakin kuat pula ketahanan sistem kesehatan daerah dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Baca juga: Paskibraka Luwu Timur Disiapkan Matang, Bupati Irwan: Jadi Sorotan 17 Agustus, yang menunjukkan geliat kegiatan positif lain di Luwu Timur menjelang perayaan kemerdekaan.
Selain isu kesehatan, Luwu Timur belakangan juga menjadi sorotan lewat berbagai perkembangan sosial lainnya. Salah satunya soal santunan pengosongan lahan Laoli yang telah mencapai Rp16 miliar, di mana sebagian besar dana sudah disalurkan kepada warga terdampak.
Ke depan, kegiatan donor darah seperti yang berlangsung di Burau diharapkan dapat terus digelar secara berkala. Sinergi antara PMI, rumah sakit, dan pemerintah daerah menjadi modal penting agar layanan kesehatan di Luwu Timur semakin siap menghadapi berbagai kebutuhan masyarakat. MI/AS
Sumber: bilikfakta.id












