Merekamindonesia – Kecelakaan maut Cerekang Malili terjadi di ruas jalan nasional Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Dua pelajar SMP asal Desa Lakawali, Aydin Wahyudi dan Rahman Tsalits, meninggal dunia di lokasi setelah sepeda motor yang mereka tumpangi bertabrakan dengan mobil pickup yang dikemudikan Sahabuddin. Peristiwa ini terjadi di titik tikungan yang selama ini dikenal warga setempat cukup rawan bagi pengendara yang melintas dari dua arah berlawanan.
Poin Penting
- Kecelakaan terjadi di tikungan Cerekang, Desa Manurung, Kecamatan Malili, Luwu Timur, pada Jumat 31 Juli 2026 sekitar pukul 13.00 WITA.
- Dua pelajar SMP asal Desa Lakawali, Aydin Wahyudi dan Rahman Tsalits, tewas di tempat.
- Motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan mobil pickup yang dikemudikan Sahabuddin dari arah berlawanan.
- Saksi mata menyebut motor kehilangan kendali saat memasuki tikungan sehingga menabrak mobil dari arah Malili.
Kronologi Kecelakaan Maut di Cerekang Malili
Berdasarkan keterangan saksi mata, Aydin mengendarai motor dengan Rahman duduk di boncengan saat melintas dari arah Lakawali menuju Malili. Ketika memasuki tikungan Cerekang, motor tersebut diduga tidak dapat dikendalikan dengan baik oleh pengemudinya. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju mobil pickup yang dikemudikan Sahabuddin, sehingga tabrakan pun tak terhindarkan.
Benturan yang terjadi begitu keras hingga kedua pelajar tersebut tewas di lokasi kejadian sebelum sempat mendapat pertolongan medis. Warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung berdatangan ke lokasi untuk membantu evakuasi korban dan mengamankan area kejadian dari arus lalu lintas yang masih ramai di jalur nasional tersebut.
Perhatian pada Keselamatan Jalur Nasional
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian di titik-titik tikungan sepanjang jalur nasional Luwu Timur yang menghubungkan sejumlah kecamatan, termasuk Malili dan sekitarnya. Kawasan ini sesungguhnya dikenal sebagai jalur vital penopang aktivitas ekonomi warga, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga mobilitas pelajar menuju sekolah setiap harinya.
Pemerintah daerah selama ini terus berupaya memperbaiki infrastruktur jalan demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kebijakan fiskal daerah yang tengah disorot lewat rapat kerja bersama DPR RI diharapkan turut membuka peluang alokasi anggaran untuk peningkatan rambu dan penerangan di titik-titik rawan seperti tikungan Cerekang, sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan di masa depan.
Baca juga: Gempa Luwu Timur M2,2 Guncang Pagi Ini, Warga Tetap Aman, yang menunjukkan bagaimana kesigapan warga dan aparat setempat dalam merespons berbagai kejadian tak terduga di wilayah ini.
Duka Warga Lakawali dan Solidaritas Masyarakat
Kabar duka atas kepergian Aydin Wahyudi dan Rahman Tsalits mengundang simpati luas dari warga Desa Lakawali dan sekitarnya. Solidaritas masyarakat Luwu Timur yang selama ini dikenal erat kembali terlihat, ketika tetangga dan kerabat korban bahu-membahu membantu proses pemakaman serta memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Semangat gotong royong semacam ini menjadi salah satu modal sosial penting bagi daerah dalam menghadapi berbagai musibah. Ke depan, edukasi keselamatan berkendara bagi pelajar diharapkan semakin digalakkan agar generasi muda Luwu Timur tetap dapat menempuh pendidikan dengan aman dan nyaman di sepanjang jalur menuju sekolah mereka. MI/AS
Sumber: bilikfakta.id












