Merekamindonesia – Kabupaten Luwu Timur telah menyelesaikan edukasi antinarkoba pelajar terbesar tahun ini dengan menjangkau semua siswa SMA dan sederajat. Inisiatif bernama Sekolah Bersih Narkoba (BERSINAR) ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah daerah membangun generasi sehat, berkarakter, dan berkualitas menuju Luwu Timur yang maju dan sejahtera.
Poin Penting
- Seluruh siswa SMA/sederajat di Kabupaten Luwu Timur telah menyelesaikan edukasi pencegahan narkoba melalui program Sekolah Bersih Narkoba (BERSINAR)
- Program dijalankan dalam dua zona dengan total mencakup 11 kecamatan dan dilaksanakan sebagai komitmen pemerintah daerah memperkuat ketahanan masyarakat
- Materi disampaikan oleh penegak hukum dan melibatkan TP PKK sebagai mitra pemerintah dalam mendorong lingkungan sekolah dan keluarga bersih narkoba
- Pencegahan narkoba memerlukan keterlibatan seluruh elemen: pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar
Penutupan kegiatan diadakan pada Kamis, 23 Juli 2026, di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Malili. Acara ini menandai selesainya fase sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang telah dilaksanakan dalam dua zona geografis mencakup 11 kecamatan di seluruh kabupaten.
Program Edukasi Antinarkoba Pelajar Selesai Dilaksanakan
- Seluruh siswa SMA/sederajat di Kabupaten Luwu Timur telah menyelesaikan edukasi pencegahan narkoba melalui program Sekolah Bersih Narkoba (BERSINAR)
- Program dijalankan dalam dua zona dengan total mencakup 11 kecamatan dan dilaksanakan sebagai komitmen pemerintah daerah memperkuat ketahanan masyarakat
- Materi disampaikan oleh penegak hukum dan melibatkan TP PKK sebagai mitra pemerintah dalam mendorong lingkungan sekolah dan keluarga bersih narkoba
- Pencegahan narkoba memerlukan keterlibatan seluruh elemen: pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu Timur menginisiasi program ini dengan melibatkan Pokja I TP PKK Kabupaten Luwu Timur. Kolaborasi lintas institusi ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang telah menjadi persoalan serius pada level nasional bahkan global.
Target Perubahan Perilaku Pelajar
Melalui sosialisasi edukasi antinarkoba ini, pemerintah berupaya meningkatkan pengetahuan pelajar dan masyarakat tentang bahaya narkoba. Selain itu, program dirancang untuk menumbuhkan kesadaran keluarga dalam upaya pencegahan dan memperkuat peran organisasi perempuan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, dalam sambutannya menekankan bahwa narkoba adalah ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda. “Narkoba itu sangat berbahaya karena bisa merusak dan merenggut cita-cita. Jangan pernah mencoba, karena tidak ada istilah coba-coba. Benteng terbaik adalah tidak pernah memulai,” tegasnya kepada para peserta didik.
Aini juga mengingatkan pelajar agar tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif baik dari pergaulan maupun media sosial. Ia menyoroti tanggung jawab generasi muda sebagai penerus pembangunan daerah. “Kalian adalah penerus Luwu Timur. Masa depan daerah ini ada di tangan kalian. Kita tidak akan bisa maju jika generasi kita tidak sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Sekretaris TP PKK Luwu Timur, Asriani Safitra Ridwan, mengajak para siswa untuk berani menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba. “Kalian adalah penentu masa depan. Jangan pernah terbuai dengan janji apa pun terkait narkoba, karena itu hanya akan merusak masa depan, kesehatan, dan menjauhkan dari orang-orang yang kita cintai,” pesan Asriani.
Materi Edukasi dan Fasilitator
Fase presentasi materi diisi oleh AKP Agustinus, S.H. dari Polres Luwu Timur dan Deri Fuad Rachman, S.H. dari Kejaksaan Negeri Luwu Timur. Diskusi interaktif dipandu oleh Ketua Pokja I TP PKK Luwu Timur, Andi Besse Panangngareng Achmad, menciptakan ruang dialog dua arah antara penegak hukum dan pelajar.
Peserta kegiatan penutupan adalah siswa SMA/sederajat dari Zona II yang meliputi Kecamatan Malili, Towuti, Wasuponda, dan Nuha. Sementara Zona I sebelumnya mencakup Kecamatan Burau, Wotu, Tomoni, Mangkutana, Tomoni Timur, Kalaena, dan Angkona yang dipusatkan di Mangkutana.
Aini Endis Anrika menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melibatkan sekolah, guru, keluarga, dan lingkungan sekitar merupakan kunci kesuksesan program preventif ini dalam jangka panjang. Komitmen Luwu Timur pada pengembangan generasi berkualitas juga terlihat dalam berbagai prestasi atlet muda di tingkat internasional.
Penyelesaian program BERSINAR menunjukkan bahwa Luwu Timur serius dalam membangun fondasi generasi berkualitas sejak dini. Investasi dalam edukasi antinarkoba ini diharapkan menciptakan dampak berkelanjutan bagi kesehatan, produktivitas, dan karakter bangsa di masa depan. MI/AS
Sumber: Warta Lutim












