Kepala Daerah

Pengawasan Gawai Anak: Pesan Wabup Lutim di Balantang

×

Pengawasan Gawai Anak: Pesan Wabup Lutim di Balantang

Sebarkan artikel ini
pengawasan gawai anak
Dok. Istimewa

Merekamindonesia – Pengawasan gawai anak menjadi sorotan utama Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, saat membuka Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Parenting Anak di Lapangan Birawa Balantang, Sabtu (1/8/2026). Di hadapan para orang tua dan kader masyarakat, Puspawati mengingatkan bahwa keluarga adalah garda terdepan dalam melindungi anak dari dampak buruk penggunaan teknologi digital yang kian masif.

Poin Penting

  • Wabup Lutim Puspawati Husler mengimbau orang tua membatasi penggunaan gawai anak, cukup pada hari libur dengan pendampingan.
  • Pesan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi PATBM dan Parenting Anak di Lapangan Birawa Balantang, Sabtu (1/8/2026).
  • Narasumber Rosiana Amin menekankan perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama masyarakat lewat program PATBM.
  • Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-30 Desa Balantang menuju status Desa Ramah Anak.

Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan Gawai Anak

Puspawati menegaskan bahwa gawai tidak seharusnya menjadi alat instan untuk menenangkan atau mengalihkan perhatian anak. Menurutnya, kebiasaan tersebut jika dibiarkan bisa memengaruhi tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.

“Tolong ibu-ibu jangan selalu memberikan anak gawai. Cukup jika di hari libur saja, beri batasan waktu penggunaannya, dan selalu lakukan pendampingan,” pesan Puspawati kepada para orang tua yang hadir.

Ia menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pertama sekaligus benteng utama bagi anak. “Anak-anak kita harus mendapatkan perlindungan, perhatian dan pendampingan dari keluarga. Orang tua harus hadir dalam setiap proses tumbuh kembang anak,” tegasnya.

PATBM, Upaya Bersama Lindungi Anak dari Berbagai Ancaman

Sosialisasi PATBM ini menghadirkan narasumber dari Sulawesi Forum Cipta, Rosiana Amin, yang menjelaskan bahwa perlindungan anak bukan semata tugas keluarga, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas ini sejalan dengan semangat kebersamaan yang belakangan terus dikuatkan di berbagai wilayah Luwu Timur, termasuk dalam upaya memperkuat kerukunan antarwarga melalui FKUB dan berbagai elemen masyarakat.