Merekamindonesia – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) menargetkan pencapaian besar pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan meningkatkan perolehan medali sekaligus meraih tiket kualifikasi untuk Olimpiade 2028 Los Angeles.
Poin Penting
- Perpani menargetkan peningkatan medali dan tiket kualifikasi Olimpiade 2028 di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih dua medali perunggu di Hangzhou 2022.
- Regulasi World Archery dipangkas jadi delapan tim beregu recurve dengan MQS lebih tinggi, membuat kompetisi Olimpiade 2028 semakin ketat.
- Riau Ega optimistis memanfaatkan kebijakan kuota yang memprioritaskan juara nomor beregu dan individu untuk meraih medali sekaligus tiket Olimpiade.
- Perpani minta jadwal terbang dimajukan ke 22 September dan atlet jangan ditempatkan di kapal pesiar agar fokus persiapan jelang pertandingan.
Ambisi itu naik signifikan dari Asian Games 2022 di Hangzhou ketika timnas panahan hanya meraih dua medali perunggu dari nomor recurve beregu campuran dan recurve beregu putra. Kini Perpani siap strategi berbeda untuk penetrasi podium tertinggi Asia dan mengamankan akses ke Olimpiade mendatang.
Panahan Indonesia Asian Games 2026: Target Peningkatan Prestasi
- Perpani menargetkan peningkatan medali dan tiket kualifikasi Olimpiade 2028 di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah meraih dua medali perunggu di Hangzhou 2022.
- Regulasi World Archery dipangkas jadi delapan tim beregu recurve dengan MQS lebih tinggi, membuat kompetisi Olimpiade 2028 semakin ketat.
- Riau Ega optimistis memanfaatkan kebijakan kuota yang memprioritaskan juara nomor beregu dan individu untuk meraih medali sekaligus tiket Olimpiade.
- Perpani minta jadwal terbang dimajukan ke 22 September dan atlet jangan ditempatkan di kapal pesiar agar fokus persiapan jelang pertandingan.
Pemanah andalan Indonesia, Riau Ega Agatha, melihat panahan Indonesia asian games 2026 sebagai momentum emas untuk mendongkrak prestasi internasional. Dia optimis mampu memanfaatkan perubahan regulasi kuota yang memberikan prioritas kepada para juara nomor beregu maupun individu.
“Ya dari pribadi saya sendiri ya mudah-mudahan di Aichi-Nagoya nanti bisa ada peningkatan terhadap prestasi, khususnya di tim Recurve dan di Compound,” kata Riau Ega kepada wartawan di lapangan panahan Gelora Bung Karno, Selasa (21/7).
Ega menambahkan bahwa Asian Games akan menjadi ajang yang sangat strategis untuk merebut kesempatan ganda—medali dan tiket Olimpiade sekaligus. “Mudah-mudahan di Asian Games nanti kami bisa ambil kesempatan karena di sana nanti ada Olympic Qualifier. Jadi mudah-mudahan kami bisa ambil medali dan juga tiket Olimpiknya,” tuturnya.
Regulasi Olimpiade 2028 Semakin Ketat
Perjuangan mengamankan kuota Olimpiade 2028 menjadi semakin sulit karena World Archery mengubah aturan main. Slot beregu recurve dikurangi dari sebelumnya menjadi hanya delapan tim. Di sisi lain, batas Minimum Qualification Score (MQS) dinaikkan untuk meningkatkan standar kompetisi.
Jika juara nomor beregu dan individu adalah atlet yang sama, maka jatah tiket kualifikasi akan dialihkan ke peringkat di bawahnya hingga batas enam atau tujuh besar. Ini berarti strategi penempatan atlet harus diperhitungkan dengan cermat.
“Tiket Olimpian kemarin sih di Technical Handbook-nya itu harus juara satu. Cuman kan nanti itu ada di beregu sama individu,” jelasnya. “Jadi kalau seumpamanya ada satu atlet yang dapat dua tiket di dua nomor itu, nanti bisa turun ke atlet bawahnya. Jadi ya mudah-mudahan apa namanya kami bisa ambil kesempatan itu,” imbuh Ega.
Chief de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, memberikan jaminan dukungan penuh terhadap perencanaan yang disiapkan PB Perpani. Dia berkomitmen membantu perwujudan target besar tersebut di tingkat operasional maupun administratif.
“Nanti setelah ini kami juga akan berbincang secara serius, kira-kira apa-apa lagi kebutuhan-kebutuhan khususnya kebutuhan-kebutuhan non-teknis yang berkaitan dengan keberangkatan,” tegas Todotua.
Persiapan Maksimal Panahan Indonesia di Asian Games 2026
Untuk memaksimalkan persiapan dan proses adaptasi cuaca maupun angin di lapangan pertandingan, Perpani mengajukan permohonan agar jadwal keberangkatan tim dimajukan ke tanggal 22 September. Langkah ini dirancang agar para atlet memiliki cukup waktu berlatih sejak arena resmi dibuka panitia lokal (AINAGOC).
Selain penyesuaian jadwal terbang, Perpani turut mendesak agar atlet panahan tidak ditempatkan pada fasilitas akomodasi berupa kapal pesiar. Pengalaman buruk terombang-ambing gelombang laut dikhawatirkan dapat mengganggu stamina serta fokus bertanding para pemanah.
Kombinasi antara persiapan matang, regulasi baru yang lebih ketat, dan komitmen organisasi diharapkan mampu membawa panahan Indonesia melampaui target dua medali dari Asian Games 2022. Momentum Asian Games 2026 akan menjadi ujian nyata sekaligus batu loncatan menuju Olimpiade 2028. Baca juga: berbagai ajang olahraga internasional tahun 2026 telah dimulai persiapannya. MI/AS
Sumber: olahraga












