Merekamindonesia – Gaji Martinelli di Al Hilal kini jadi sorotan usai winger asal Brasil itu resmi hengkang dari Arsenal. Angkanya tembus 20 juta euro atau setara Rp409 miliar per tahun, jauh di atas bayaran yang ia terima saat masih berseragam Arsenal.
Kepindahan ini terjadi lewat transfer senilai 70 juta euro atau sekitar Rp1,4 triliun ke klub Saudi Pro League tersebut. Nilai gaji itu pun belum termasuk bonus penampilan yang bisa Martinelli kantongi jika tampil apik bersama Al Hilal.
Poin Penting
- Gabriel Martinelli resmi pindah dari Arsenal ke Al Hilal dengan nilai transfer 70 juta euro atau sekitar Rp1,4 triliun
- Gaji Martinelli di Al Hilal tembus 20 juta euro atau Rp409 miliar per tahun, dua kali lipat dari gaji di Arsenal
- Arsenal sudah menyiapkan pengganti lewat rekrutan baru Christos Tzolis untuk mengisi sisi kiri serangan
- Skuad Arsenal masih punya Kai Havertz dan Noni Madueke yang bisa beroperasi di posisi yang ditinggalkan Martinelli
Kejutan di Usia 25 Tahun
Kepindahan Martinelli cukup mengejutkan banyak pihak. Usianya baru 25 tahun, umur yang masih tergolong muda untuk pemain sepak bola profesional.
Ia sebenarnya masih cukup kompetitif untuk bersaing di skuad utama Arsenal musim ini. Namun manajemen The Gunners memilih melepasnya begitu tawaran menarik datang dari Saudi Pro League.
Gaji Martinelli Al Hilal Dua Kali Lipat dari Arsenal
Lompatan finansial jadi salah satu daya tarik utama kepindahan Martinelli. Gaji Martinelli di Al Hilal kini dua kali lipat dibanding penghasilannya selama membela Arsenal.
Angka Rp409 miliar per tahun itu belum termasuk bonus kemenangan maupun bonus performa individu. Artinya, total pendapatan Martinelli berpotensi lebih besar lagi jika ia konsisten tampil bagus bersama klub barunya.
Arsenal Sudah Siapkan Pengganti
Sebelumnya, Arsenal sudah mengantisipasi kepergian Martinelli dengan mendatangkan Christos Tzolis. Tzolis disiapkan untuk mengisi posisi sayap kiri yang biasa ditempati Martinelli.
Skuad Arsenal sendiri masih punya opsi lain di sisi kiri serangan. Kai Havertz dan Noni Madueke sama-sama bisa dimainkan di posisi tersebut, sehingga lini depan Arsenal tidak sepenuhnya kosong ditinggal Martinelli.
Baca juga: Taklukkan Toraja, Luwu Timur Kembali Puncaki Klasemen Piala Gubernur
Saudi Pro League Makin Diminati Pemain Muda
Kepindahan Martinelli menegaskan tren bahwa Saudi Pro League tidak lagi hanya jadi tujuan pemain-pemain berumur menjelang pensiun. Liga ini kini juga mulai dilirik bintang muda yang masih di puncak kariernya.
Selain Martinelli, ada nama Joao Felix yang juga memilih berkarier di Saudi Pro League. Fenomena ini menunjukkan daya tarik finansial liga Arab Saudi semakin sulit ditolak, bahkan oleh pemain-pemain muda berbakat sekalipun. MI/AS
Sumber: olahraga












