“Melalui sinergi dengan Dinas Perpustakaan, perpustakaan desa diharapkan menjadi pusat belajar yang aktif dan inovatif bagi masyarakat,” ujar Herni Bahar.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan, Suliati, menyebut Monev ini tidak hanya sebagai evaluasi, tetapi juga pembinaan berkelanjutan agar perpustakaan desa semakin berkembang dan memberikan layanan yang nyaman serta bermanfaat.
“Semoga dengan adanya monev seperti ini akan menghadirkan minat baca dan terwujud masyarakat yang cerdas dan berdaya saing,” terangnya.
Kegiatan Monev ini pun mendapat respons positif dari pemerintah desa dan para pengelola perpustakaan, yang berharap program serupa terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan literasi di desa. (asn/ikp-humas/kominfo-sp)












