Camat Towuti, Amri Mustari, saat membuka kegiatan penyerahan kartu menjelaskan makna program ini bagi masyarakat. “Ini yang kita terima untuk periode Januari sampai Maret, jadi bapak dan ibu akan menerima bantuan sebesar Rp3 juta. Semoga apa yang diberikan ini dapat bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan bapak ibu sekalian,” ungkap Amri.
Dampak Nyata bagi Para Penerima Manfaat
Di balik angka-angka statistik tersebut, program bantuan membawa perubahan berarti bagi kehidupan lansia yang baru terakomodasi. Ismail Deli, berusia 78 tahun asal Desa Matompi, mengungkapkan rasa syukurnya dengan mata berbinar. Selama ini, ia hanya mengandalkan kiriman dari anak-anaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sangat senang dan bersyukur menerima bantuan ini. Selama ini kami hanya mengandalkan kiriman dari anak. Bantuan ini tentu sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ismail.
Cerita serupa juga dirasakan oleh Suhera, 77 tahun, dari Desa Ranteangin. Lansia yang kini hidup sebatang kara ini tidak mampu menahan rasa syukurnya saat menerima kartu ATM. Bantuan ini akan digunakannya untuk memenuhi kebutuhan harian dan perbaikan rumah, mengingat ia tinggal sendirian.
“Terima kasih untuk Bapak dan Ibu Bupati. Uang ini akan saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan keperluan di rumah karena saya cuma tinggal sendiri,” tutur Suhera.
Kedua kisah lansia tersebut menunjukkan dampak konkret dari kebijakan sosial yang dijalankan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Komitmen Jangka Panjang untuk Kesejahteraan Lansia
Dengan terus menambah jumlah penerima manfaat setiap tahunnya, Pemkab Luwu Timur berkomitmen memastikan jaminan sosial dapat menjangkau seluruh lansia yang membutuhkan di wilayah tersebut. Program bantuan lansia kartu atm ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah memperhatikan kelompok rentan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. MI/AS
Sumber: Warta Lutim






