“Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja FKUB Luwu Timur bersama ketua-ketua organisasi kemasyarakatan keagamaan. Kami berharap seluruh unsur dapat bersinergi membantu pemerintah dalam merawat kerukunan umat beragama,” jelas Ardias.
Askar turut mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya saling mengunjungi dan saling membantu dalam kegiatan sosial, sekaligus memperkuat komunikasi antarumat beragama. Ia mengingatkan para tokoh agama dan tokoh masyarakat agar menjadi teladan menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum tentu benar. “Mari utamakan musyawarah, dialog, dan semangat persaudaraan dalam menyelesaikan setiap persoalan,” ajaknya.
Modal Sosial untuk Mendukung Luwu Timur Juara
Upaya menjaga kerukunan umat beragama Luwu Timur ini sejalan dengan berbagai program pembangunan yang tengah digencarkan pemerintah daerah di sektor lain. Baca juga: Desa Digital Luwu Timur: Indosat Wujudkan Transformasi Internet, yang menunjukkan bagaimana daerah ini terus berbenah di berbagai lini demi kesejahteraan warganya.
Selain memperkuat toleransi lewat forum lintas agama, tata kelola pemerintahan juga terus dibenahi, sebagaimana diulas dalam Bupati Luwu Timur Tegas Terapkan Disiplin ASN Luwu Timur. Kombinasi antara kerukunan sosial dan tata kelola yang baik diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Luwu Timur untuk terus maju dan sejahtera.
Melalui FGD ini, pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, dan organisasi kepemudaan berharap komitmen bersama semakin kokoh dalam menjaga toleransi dan menciptakan kondisi sosial yang kondusif, sebagai salah satu pilar utama mewujudkan cita-cita Luwu Timur Juara. MI/AS
Sumber: Warta Lutim






