Video dan foto hujan es pun menyebar luas di media sosial, membuat warga dari desa lain ikut terkejut dan penasaran dengan fenomena tersebut.
Kepala Desa Mahalona membenarkan kejadian ini dan menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berat akibat hujan es. Namun, beberapa tanaman warga dilaporkan rusak ringan akibat terkena hantaman es dan angin kencang.
“Alhamdulillah tidak ada yang parah, tapi kami tetap imbau warga untuk waspada, karena cuaca belakangan ini cukup ekstrem,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari BMKG terkait penyebab terjadinya hujan es tersebut. Namun secara umum, hujan es bisa dipicu oleh awan Cumulonimbus yang terbentuk karena pemanasan ekstrem dan kelembaban tinggi, menyebabkan butiran air membeku di lapisan atmosfer sebelum jatuh ke permukaan bumi.