Berita

Ekonomi Non-Tambang Luwu Timur Tumbuh 13,87 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

×

Ekonomi Non-Tambang Luwu Timur Tumbuh 13,87 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Sebarkan artikel ini

 

Kepala BPS Luwu Timur, Abdullah Pannu, mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya sektor-sektor ekonomi di luar pertambangan sebagai penopang pertumbuhan daerah.

“Jika kontribusi sektor pertambangan dikeluarkan dari perhitungan, ekonomi Luwu Timur mampu tumbuh 13,87 persen. Ini merupakan pertumbuhan ekonomi non-tambang tertinggi yang tercatat dalam lima tahun terakhir,” ujar Abdullah saat menyampaikan rilis pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut ditopang oleh sejumlah sektor utama yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Sektor Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan menjadi kontributor terbesar dengan andil 24,35 persen. Disusul sektor Konstruksi sebesar 14,85 persen, Administrasi Pemerintahan 3,98 persen, Perdagangan 3,95 persen, serta Industri Pengolahan 3,91 persen

Secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), beberapa sektor bahkan mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan. Sektor Administrasi Pemerintahan tumbuh hingga 44,17 persen, diikuti Konstruksi 30,29 persen, Transportasi dan Pergudangan 21,49 persen, Real Estate 15,60 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 13,68 persen.

Abdullah menjelaskan, kuatnya pertumbuhan sektor non-tambang didorong oleh meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai bidang, termasuk pembangunan fasilitas perusahaan, kawasan industri, dan perumahan. Selain itu, peningkatan belanja pemerintah serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) turut memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.

“Peningkatan mobilitas penduduk dan aktivitas perdagangan, jasa, transportasi, akomodasi, serta sektor makan minum ikut memperkuat pertumbuhan ekonomi non-tambang di Luwu Timur,” jelasnya.

Dari sisi kontribusi pertumbuhan triwulanan, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi motor utama dengan andil sebesar 1,78 persen. Sektor ini dinilai tetap menjadi fondasi ekonomi daerah yang mampu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat hingga ke wilayah pedesaan. Sementara itu, sektor Administrasi Pemerintahan menyumbang 1,29 persen dan Real Estate sebesar 0,11 persen.

baca juga  Rakor Penertiban Kawasan Hutan Digelar, Pemkab Luwu Timur Tekankan Edukasi dan Solusi Legal bagi Masyarakat

Di tengah perubahan struktur ekonomi yang mulai mengarah pada penguatan sektor non-ekstraktif, BPS Luwu Timur menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi sangat penting untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Abdullah menegaskan, data yang dihasilkan melalui sensus tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merancang berbagai program pembangunan dan mempercepat pencapaian target indikator ekonomi daerah.

“Data yang berkualitas dan akurat akan membantu Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran, mempercepat pelaksanaan program prioritas, serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi riil perekonomian daerah.

“Dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar data yang dihasilkan valid dan dapat menjadi landasan kuat dalam menjaga momentum pertumbuhan sektor non-tambang di Luwu Timur,” pungkas Abdullah. Mi/As