Peristiwa

Antrean Gas Elpiji 3 Kg di Tangsel Makan Korban, Warga Meninggal Diduga Kelelahan

×

Antrean Gas Elpiji 3 Kg di Tangsel Makan Korban, Warga Meninggal Diduga Kelelahan

Sebarkan artikel ini
Warga antre untuk membeli gas elpiji 3 kg saat pelaksanaan operasi pasar di kawasan Legian, Badung, Bali, Kamis (27/7/2023). Antara Foto/Fikri Yusuf
Warga antre untuk membeli gas elpiji 3 kg saat pelaksanaan operasi pasar di kawasan Legian, Badung, Bali, Kamis (27/7/2023). Antara Foto/Fikri Yusuf

Tangerang Selatan – Tragedi terjadi di Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ketika seorang warga, Yonih (62), meninggal dunia setelah diduga kelelahan usai mengantre gas elpiji 3 kg subsidi. Peristiwa ini menambah ironi kelangkaan gas bersubsidi yang terus menyulitkan masyarakat kecil.

Ketua RT 001 Pamulang Barat, Saeful, mengungkapkan bahwa Yonih mengalami kelelahan setelah mengantre gas di salah satu toko penjual elpiji yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Korban, yang sehari-hari berjualan makanan seperti nasi uduk, meninggal dalam perjalanan pulang setelah sempat beristirahat di depan sebuah toko laundry.

“Almarhumah antre gas di pangkalan tidak jauh dari rumahnya. Setelah membawa dua tabung gas, dia sempat beristirahat karena kelelahan, lalu tiba-tiba pucat. Warga yang mengenalnya langsung menghubungi keluarga,” kata Saeful pada Senin (3/2/2025).

Keluarga segera membawa Yonih ke rumah sakit, namun nahas, nyawanya tidak tertolong sebelum sempat mendapatkan perawatan medis. Saeful menambahkan bahwa almarhumah memiliki riwayat penyakit darah tinggi, yang kemungkinan diperparah oleh kelelahan akibat mengantre.

Kelangkaan Gas, Warga Terpaksa Berburu

Insiden ini terjadi di tengah kondisi antrean panjang dan kelangkaan gas elpiji 3 kg yang semakin meresahkan warga Tangsel. Banyak warga rela berkeliling hingga ke Kecamatan Setu untuk mendapatkan gas subsidi.

“Banyak yang mengantar anak sekolah sambil menenteng tabung gas, karena kalau telat, bisa kehabisan,” ungkap Saeful.

Kelangkaan gas elpiji 3 kg subsidi bukanlah peristiwa baru. Di banyak daerah, distribusi gas bersubsidi kerap bermasalah, menyebabkan antrean panjang dan lonjakan harga di tingkat pengecer. Warga menilai bahwa sistem distribusi elpiji 3 kg tidak efektif dan perlu pengawasan ketat dari pemerintah.

Pemerintah Harus Bertindak Cepat

Peristiwa ini menegaskan bahwa kelangkaan gas subsidi bukan hanya berdampak pada perekonomian warga kecil, tetapi juga berpotensi mengancam nyawa. Pemerintah daerah dan pihak terkait harus segera turun tangan untuk memastikan distribusi gas elpiji 3 kg berjalan lancar, adil, dan tepat sasaran.

Transparansi dalam distribusi serta pengawasan terhadap pengecer nakal juga harus diperketat agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Warga berhak mendapatkan hak dasar mereka tanpa harus mempertaruhkan kesehatan dan keselamatan.

berita ini telah terbit di antaranews.com dengan judul

Warga Tangsel dilaporkan meninggal usai ikut antre tabung gas

link Warga Tangsel dilaporkan meninggal usai ikut antre tabung gas – ANTARA News