Breaking News

Membangun Indonesia Tidak Harus dari Jakarta: Luwu Timur Memulainya dari Evaluasi, Apresiasi, Koperasi, Inklusi, dan Mitigasi yang Diakui Nasional

×

Membangun Indonesia Tidak Harus dari Jakarta: Luwu Timur Memulainya dari Evaluasi, Apresiasi, Koperasi, Inklusi, dan Mitigasi yang Diakui Nasional

Sebarkan artikel ini
Membangun Indonesia Tidak Harus dari Jakarta: Luwu Timur Memulainya dari Evaluasi, Apresiasi, Koperasi, Inklusi, dan Mitigasi yang Diakui Nasional
Dok.Merekam Indonesia

MerekamIndonesia.com – Di tengah daerah yang sibuk dengan bantuan seremonial, Luwu Timur memilih jalan yang lebih menentukan: memastikan program pro-rakyat benar-benar sampai ke manusia, bukan hanya ke laporan.

Dalam sepekan terakhir, lima simpul itu bergerak dalam satu tarikan napas.

1. Evaluasi: Berani Mengaudit Kasih Sayang Sendiri

Dimulai dari Sasana Praja (19/10/2026). Bapperida bersama Tran’s Institute menggelar Seminar Awal Evaluasi Tiga Kartu Sakti — Pintar, Sehat, dan Lansia — dari 113 program prioritas.

Bupati melalui Asisten II Andi Juana Fachruddin meminta OPD hingga Puskesmas jujur membuka data agar APBD 2027 lebih tepat sasaran, terukur, dan benar-benar dirasakan rakyat.

2. Apresiasi: Kerja Sunyi yang Mendapat Cermin

Dua hari sebelumnya (17/10/2026) di Claro Makassar, PWI Sulsel menganugerahkan penghargaan Kepala Daerah Peduli Pendidikan dan Kesejahteraan Lansia kepada Bupati Irwan Bachri Syam.

Alasannya konkret: seragam gratis SD-SMP dan beasiswa 8 semester lewat Kartu Pintar, serta Rp1 juta per bulan untuk 4.000 lansia lewat Kartu Lansia.

“Ini bukan sekadar program, tapi kasih sayang pemerintah untuk rakyatnya,” ujar Wabup Hj. Puspawati Husler.